
NUSANEWS - Vahid Sayadi Nasiri, seorang aktivis Iran yang sempat dipenjara lantaran komentar-komentarnya di media sosial, tewas setelah melakukan mogok makan selama 60 hari. Vahid dipenjara sejak 2015 lalu setelah dianggap menghina Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pelanggaran lainnya.
Ia bebas Maret lalu setelah menjalani dua per tiga masa hukuman. Namun, pada bulan Agustus ia kembali ditangkap atas tuduhan serupa.
Menurut keterangan Iran Human Rights Monitor, ia memulai mogok makan pada bulan Oktober sebagai protes atas kondisi pemenjaraannya dan kurangnya akses ke pengacara.
Ia juga mengatakan penjara di Iran mengabaikan sistem pemisahan narapidana berdasarkan kejahatannya, membuatnya berpotensi diserang atau dilecehkan napi lainnya.
Kabar kematian Vahid disampaikan oleh petugas penjara kepada keluarganya. Tidak ada detail lebih lanjut terkait kasus ini.
SUMBER

