
NUSANEWS - Janji La Nyalla Mataliti untuk potong leher jika Prabowo Subianto menang diJawa Timur dan Madura menyedot perhatian publik.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin meminta La Nyalla untuk tidak mendahului takdir Tuhan.
Dia khawatir, perolehan suara di Madura tidak sesuai dengan ekspektasi La Nyalla yang saat ini mejabat Ketua Kadin Jawa Timur.
“Jangan mendahului takdir Tuhan. Nanti kalau yang terjadi tak sesuai harapan dia akan susah sendiri,” kata Suhud saat dihubungi, Rabu (12/12).
Juru Bicara Prabowo-Sandi itu juga meminta La Nyala untuk tidak berlebihan memberikan dukungan kepada petahana.
Bagi dia, perbedaan dukungan ataupun pindah dukungan merupakan hal yang wajar dalam politik.
“Perlu diingat, dukungan terhadap Pak Prabowo-Sandi semakin kuat di Madura. Orang Madura itu independen dan rasional. Kami yakin mereka akan tetap mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” pungkasnya.
Sebelumnya, mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla menyatakan akan all out mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ia memberi janji manis bagi pasangan 01 ini. Terutama dari raihan suara di Jawa Timur dan Madura.
Mantan politikus Gerindra itu mengatakan akan bekerja keras untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur. Di wilayah tersebut dia menjanjikan raihan suara minimal 70 persen.
“Saya nggak perlu ngomong soal kontribusi. Pokoknya Anda tahu Pak Jokowi menang di Jawa Timur. Targetnya saya Pak Jokowi harus menang di atas 70 persen,” ujar La Nyalla di Rumah Situbondo Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).
Untuk di Madura yang menjadi basis pemilih Prabowo pada Pilpres 2014, La Nyalla menjajikan kemenangan untuk Jokowi. Bahkan hal itu dianggapnya harga mati.
“Saya kan udah ngomong potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura,” tegasnya.
Lebih lanjut, La Nyalla mengatakan bahwa kemenangan Prabowo di Madura pada 2014 tidak lepas atas perannya.
Menurutnya masyarakat di sana termakan isu Jokowi PKI yang pernah dibuatnya melalui majalah Obor Rakyat.
“Orang di Madura itu dulu milih Prabowo karena nggak ngerti, dikira Pak Jokowi ini PKI. Kan saya sudah jelasin, saya yang sebarin (majalah) Obor,” pungkas La Nyalla.
SUMBER

