
NUSANEWS - Politikus muda Tsamara Amany Alatas mengaku bangga berjuang bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut dia, PSI adalah partai yang tegas dalam bersikap dan memperjuangkan hak-hak perempuan.
"Saya bangga berjuang bersama @psi_id. PSI adalah partai politik yang berani berbicara sesuai prinsip yang diyakini," kata Tsamara lewat akun Twitter @TsamaraDKI, Selasa (12/12).
Selain itu, PSI menurutnya tak abu-abu dalam mengambil tindakan. "PSI tidak abu-abu dalam bersikap. #PSIPerempuan," ujarnya.
Saya bangga berjuang bersama @psi_id. PSI adalah partai politik yang berani berbicara sesuai prinsip yang diyakini. PSI tidak abu-abu dalam bersikap. #PSIPerempuan— Tsamara Amany Alatas (@TsamaraDKI) December 12, 2018
Tsamara melontarkan pernyataan ini karena baru-baru ini partainya menegaskan sikapnya untuk memperjuangkan keadilan pada perempuan. Keadilan itu PSI tunjukkan dengan tidak mendukung adanya praktik poligami.
"PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami," tulis pernyataan resmi di Twitter PSI, Selasa (11/12).
PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami. #PSIPerempuan pic.twitter.com/MsIIZrumKd— #PSInomor11 (@psi_id) December 11, 2018
Dalam acara Acara Festival 11 PSI di Jatim Expo, di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (11/12), Ketua Umum PSI Grace Natalie juga menyampaikan pidatonya. Dia mengatakan berdasarkan riset LBH APIK, poligami pada umumnya menyebabkan ketidakadilan pada perempuan. Poligami dapat mengakibatkan perempuan tersakiti dan anak jadi ditelantarkan.
"Kami akan memperjuangkan revisi atas Undang-undang No.1 Tahun 1974, yang memperbolehkan poligami," ungkap Grace.
PSI yakin memperjuangkan keadilan dan penghapusan diskriminasi pada perempuan dapat dimulai dari keluarga dan rumah.
SUMBER

