logo
×

Kamis, 16 April 2020

Diminta Data Transparan, FX Rudi: Sekarang Kalau Mau Terbuka, Sejauh Mana?

Diminta Data Transparan, FX Rudi: Sekarang Kalau Mau Terbuka, Sejauh Mana?

DEMOKRASI.CO.ID - Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku bingung dengan maksud transparan yang disebut pemerintah terkait data kasus virus corona.

Terlebih sejak awal adanya wabah ini, ia mengaku telah transparan.

"Kalau saya sejak awal sebenarnya sudah menyebut nama, kelurahannya di Semanggi, tapi dilarang waktu itu," kata Rudy di Balai Kota, Solo, dalam keterangannya kepada media, Rabu (15/4).

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk membuka data secara transparan karena banyaknya masyarakat yang mempertanyakan validitas data pemerintah.

Saat ini, Rudy mengaku malah bingung dengan maksud transparansi data yang diminta presiden. Ia menegaskan pihaknya selalu memberikan data secara transparan. Untuk kasus-kasus di Solo, tidak ada data yang disembunyikan.

"Sekarang kalau mau terbuka, terbukanya sejauh mana kita belum tahu. Kalau hanya angka PDP dan ODP kita sudah. Angka kematian kita tetap stabil. Sehari sekitar 10, pernah paling banyak 25, itu beberapa bulan yang lalu. Misal ini ada 40 kematian, ya itu bisa jadi karena wabah," ungkapnya.

Pemerintah Kota Solo saat ini kembali memperpanjang status kejadian luar biasa (KLB) virus corona atau Covid-19 hingga 26 April 2020.

Perpanjangan status KLB dilakukan dengan pertimbangan jumlah kasus positif Covid-19, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Solo yang terus bertambah.

Pemkot Solo juga mengingatkan warganya untuk tetap melakukan pembatasan pergerakan dan kerumunan, serta menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah. Penggunaan masker kain juga merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus covid-19. (Rmol)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: