Notification

×

Iklan

Iklan

Gus Nabil PDIP: Jangan Adu Domba Umat Islam Dengan Kelompok Soekarnois

Senin, 29 Juni 2020 | 18:54 WIB Last Updated 2020-06-29T11:54:55Z


DEMOKRASI.CO.ID - Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen angkat bicara mengenai demonstrasi penolakan Rancangan Undang Undnag (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang berujung pada pembakaran bendera PDI Perjuangan.
Gus Nabil biasa karib disapa menduga ada upaya mendelegitimasi Sang Proklamator, Bung Karno.

Gus Nabil meminta agar masyarakat tidak terpecah belah dengan adanya demonstrasi anarkis beberapa waktu lalu.

Dia menyayangkan adanya aksi pembakaran bendera partainya saat sejumlah massa dari ANAK NKRI yang tengah menyampaikan aspirasi di depan gedung parlemen.

“Jangan sampai ada upaya memecah belah bangsa dan mengadu domba umat Islam dengan kelompok nasionalis. Bendera itu simbol kehormatan dan jati diri. Saya yakin orang-orang yang melakukan aksi provokasi itulah yang membawa bendera PKI dan membakarnya bersama bendera PDI Perjuangan itulah yang memiliki aksi tersembunyi. Pihak kepolisian harus berani menangkap para provokator tersebut,” kata Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (29/6).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini mengatakan, ulama NU dan kelompok Soekarnois bersaudara. Lantaran keduanya sama-sama berjuang mendirikan NKRI.

“Karena itulah mengapa Bung Karno sangat dekat dengan NU, demikian halnya PDI Perjuangan. Bung Karno juga mendapat pengukuhan dari NU sebagai waliyyul amri ad-dharuri bis-syaukah. Yakni, pemimpin negara di masa transisi yang punya legitimasi untuk memimpin bangsa,” katanya.

Gus Nabil menceritakan, perihal Bung Karno yang telah dikukuhkan menjadi Pahlawan Islam melalui Konferensi Islam Asia Afrika pada 6-14 Maret 1966 di Bandung.

Tanpa dukungan siapapun, Bung Karno tidak akan menemukan makam Imam Buchori di kawasan Uzbekistan, yang saat itu berada di wilaya Soviet yang dipimpin Nikita Krushchev.

Bung Karno, kata Gus Nabil, banyak membantu kemerdekaan bangsa Islam seperti Aljazair, Palestina, dan kemudian juga pembela kemerdekaan Pakistan.

“Jadi jangan sampai ada yang memutar balikkan sejarah. Kalau mereka terus memecah belah bangsa, mereka melawan demokrasi dan konsensus kebangsaan, harus ada tindakan tegas melawan itu,” ucapnya.

Dia juga menegaskan, jangan sampai Tanah Air membawa konflik Timur Tengah ke dalam negeri. Menurutnya, ada sekelompok orang yang meniru cara devide et impera salah satunya HTI.

“Kita tahu, HTI telah dibubarkan di banyak negara, termasuk mayoritas negara Islam. Di belakang HTI ada kepentingan asing yang menyamar gunakan agama. Jadi yaDia juga menegaskan, jangan sampai Tanah Air membawa konflik Timur Tengah ke dalam negeri. Menurutnya, ada sekelompok orang yang meniru cara devide et impera salah satunya HTI.

“Kita tahu, HTI telah dibubarkan di banyak negara, termasuk mayoritas negara Islam. Di belakang HTI ada kepentingan asing yang menyamar gunakan agama. Jadi yang harus kita lawan intrik politik dari HTI. Waspadai partai dan kelompok tertentu yang menggunakan narasi, simbol dan manuver intrik politik dari HTI,” jelasnya.(rmol)
loading...