logo
×

Minggu, 14 Juni 2020

Kritik Adian ke BUMN Patut Diduga karena Usulannya Soal Komisaris Belum Diakomodir

Kritik Adian ke BUMN Patut Diduga karena Usulannya Soal Komisaris Belum Diakomodir

DEMOKRASI.CO.ID - Kritikan yang dilakukan anggota DPR RI, Adian Napitupulu, diduga kuat ada kaitannya dengan usulan calon Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang hingga kini belum diakomodir oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Seperti yang diungkapkan anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (13/6).

“Pertanyaan saya, apakah betul (kritik) didasari oleh unsur kritis Adian atau karena belum terakomodirnya usulan-usulannya kepada Erick Thohir,” kata Andre.

Karena, sambung Andre, rumor Adian yang mengusulkan calon-calon Komisaris di BUMN kepada Erick Thohir sudah terdengar di Komisi VI DPR.

“Saya mendengar di Komisi VI, saudara Adian memberikan usulan ke Kemeneg BUMN. Tapi itu bisa benar bisa salah. Ini rumor yang saya dengar,” ungkap Andre.

Terkait Adian yang membandingkan utang luar negeri BUMN sebesar Rp 5.600 triliun dengan utang luar negeri perintah Malaysia yang disebut hanya Rp 3.500 triliun, menurut Andre membandingkan utang BUMN dengan utang luar negeri negara lain tidak apple to apple atau tidak sebanding.

“Utang Luar negeri sebuah negara lazimnya diperbandingkan dengan PDB negara tersebut,” ujar Andre.

Kemudian, Andre juga meluruskan bahwa dana talangan yang diberikan pemerintah terhadap BUMN sebesar Rp 152 triliun bukanlah penyertaan modal negara. Dana tersebut merupakan pinjaman dari pemerintah yang harus dikembalikan. Di mana payung hukum dana talangan dari pemerintah kepada BUMN adalah UU No 2/2020 dan PP 23/2020

“Dana talangan adalah upaya penyelamatan industri strategis, termasuk yang membawa bendera negara,” jelas Andre.

Karena itulah, patut diduga Adian marah lalu kemudian melancarkan kritik lantaran usulannya terhadap Ercik Thohir belum diakomodir hingga saat ini.
“Kan bisa saja, patut diduga. Silahkan diklarifikasi saja sama Adian,” imbuh Andre.

Menurut Andre, sejauh ini ia melihat secara objektif Menteri BUMN Erick Thohir memperlihatkan keseriusanya untuk membenahi BUMN.

“Setahu saya sebagai anggota Komisi VI, saya merasakan yang bersangkutan bekerja keras untuk memperbaiki BUMN, itu yang saya rasakan,” demikian Andre. (*)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: