logo
×

Selasa, 15 September 2020

Poin-poin Penting Pernyataan Syekh Ali Jaber Terkait Penusukan Yang Menimpanya

Poin-poin Penting Pernyataan Syekh Ali Jaber Terkait Penusukan Yang Menimpanya

DEMOKRASI.CO.ID - Ulama terkenal Syekh Ali Jaber menjadi korban penusukan saat mengisi acara di Masjid Falahuddin, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, Minggu (13/9) sore.

Pada Senin (14/9), Syekh Ali Jaber melakukan konferensi pers di Bandarlampung.

Berikut poin-poin penting pernyataan Syekh Ali Jaber.

Pertama, Syekh Ali Jaber mengimbau kepada umat Islam dan masyarakat agar tidak terprovokasi atas peristiwa penikaman yang menimpanya.

“Saya ingin sampaikan kepada umat dan masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan kejadian ini dan tetap menjaga ketenangan dan kebersamaan serta kesatuan karena ini adalah ujian,” kata Syekh Ali Jaber.

Kedua, Syekh Ali Jaber meminta agar seluruh elemen masyarakat tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum apapun.

Syekh Ali Jaber juga mengimbau masyarakat tidak berburuk sangka kepada siapapun dan tetap berbaik sangka.

” Sabar.. sabar..kami harus berbaik sangka karena banyak orang mau memadamkan cahaya Al-Qur’an tapi yakini tidak ada yang mampu padamkan cahaya itu,” kata dia.

Ketiga, pascakejadian penusukan, Syekh Ali Jaber makin semangat berdakwah.

“Bahkan dengan kejadian ini membuat saya lebih semangat lagi dalam melanjutkan dakwah, maka kemarin saya minta acara di Lampung jangan ditunda dan digeserkan sedikitpun,” kata dia.

Ia mengatakan, usai peristiwa penikaman tersebut pihaknya tetap melanjutkan dakwah di masjid lainnya di Bandarlampung.

“Dan alhamdulillah hari ini saya bisa berkumpul di tempat ini.” kata dia.

Keempat, Syekh Ali Jaber sudah ditemui Kapolda Lampung dan Wakapolri.

“Insya Allah siang nanti (Senin siang, red )saya akan pulang ke Jakarta dan mendapat perhatian dari aparat keamanan bahkan Kapolda Lampung sudah menemui saya dan Wakapolri pun telah menelpon saya dan mengatakan akan usut tuntas kejadian ini untuk mengetahui siapa yang ada di belakang pelaku,” kata dia.

Kelima, Syekh Ali Jaber sebut pelaku orang yang terlatih.

Syekh Ali Jaber menyebutkan bahwa pelaku yang berusaha menikamnya merupakan orang yang terlatih.

“Saya masih tidak terima pelaku ini bila dianggap gila,” kata Syekh Ali Jaber saat memberikan keterangan kepada media, di Bandarlampung, Senin.

Menurut Syekh, saat berhadapan langsung dengan pelaku, yang bersangkutan mencoba menusuk dirinya di bagian vital.

Namun karena ada sedikit gerakan darinya pisau tersebut menuju ke lengan atas kanannya atau bahu.

“Reaksi pelaku saat berhadapan dengan saya dia coba tusuk kemudian karena gagal menusuk di bagian yang diinginkan, pisau yang menancap di tangan ini coba ditariknya dengan kekuatan dan keberanian. Namun patah saat ada gerakan memutar dari saya. Melihat itu, mohon maaf ini bukan seperti orang gila, dia sangat berani bahkan terlatih,” jelasnya.

Keenam, Syekh Ali Jaber berharap proses hukum berlangsung secara transparan dan adil.

“Saya harap hukum dapat berjalan dan serta aparat keamanan dapat berlaku amanah, dan jujur karena kepercayaan kami kepada mereka sangat besar,” kata Syekh Ali Jaber.
loading...