logo
×

Senin, 22 Februari 2021

Viral Polisi Rampas HP Warga yang Merekam Evakuasi Jenazah saat Banjir, Publik Kecewa

Viral Polisi Rampas HP Warga yang Merekam Evakuasi Jenazah saat Banjir, Publik Kecewa

DEMOKRASI.CO.ID - Sebuah video yang diunggah akun Twitter resmi Divisi Humas Polri mendapatkan respon negatif dari para warganet. Pasalnya, dalam video itu diduga petugas melakukan tindakan yang kurang menyenangkan terhadap warga.

Dalam video yang berdurasi kurang dari satu menit itu awalnya memperlihatkan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polda Metro Jaya yang menerjang banjir demi mengevakuasi jenazah Covid-19.

"POLDA METRO JAYA - Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polda Metro Jaya Evakuasi Jenazah Ditengah Banjir," tulis akun tersebut.

Namun saat tengah melewati gang-gang rumah warga, seorang warga nampak merekam peristiwa ini. Tiba-tiba dari sebelah kiri kapal evakuasi, diduga petugas yang mengenakan APD lengkap mendatangi warga sipil tersebut.

Tanpa konfirmasi apapun, ia meminta ponsel warga tersebut yang digunakan untuk merekam aktivitas evakuasi tersebut. DIduga petugas itu meminta warga tersebut untuk menghapus video rekamannya.

Nampak, pria berpakaian APD lengkap itu merebut ponsel dengan cukup keras hingga warga itu meminta maaf.

"Iya, iya maaf pak," ucapnya.

Aksi ini sempat terekam oleh admin dari akun @DivHumas_Polri, meski admin beberapa detik mengalihkan fokus rekaman. Tidak lama setelah diunggah, ratusan netizen mengkritisi sikap dari petugas itu.

"Apa alasan ga boleh divideoin? Mereka video dari area privat, rumahnya sendiri lho. Apa alasan merampas dan diduga menghapus video/foto dalam hp? Trus kenapa yg depan ga pake APD?" tanya salah seorang netizen.

"Kenapa detik ke 35 hapenya dirampas. Sedangkan dari tim mereka sendiri sedang mendokumentasikan dari depan dan kemudian dipublikasikan dikanal ini. Mohon penjelasan. Terimakasih ," tulis akun @/achro**kin.

Komentar lainnya dari @Dickquake. “Apa alasan ga boleh divideoin? Mereka video dari area privat, rumahnya sendiri lho. Apa alasan merampas dan diduga menghapus video/foto dalam hp? Trus kenapa yang depan ga pake APD?” tanyanya.

“Suatu prestasi luar biasa.. Merampas, Mengancam dan Mengintimidasi Seenaknya.. Yang lucunya peristiwa itu sedang di dokumentasikan juga sama humas.. Bedanya apa cuuuuuuuuuuuu.. bahaha Niatnya udah gak baik sih, mau pencintanya semua nih..,” tulis akun @raiderazor mengomentari.

“pengen deh jadi masnya biar bisa rampas hp warga sipil begitu, pengen bangetttttt,” sindir akun @sssvrya.  “Di detik 00:35, kenapa kok itu hp dirampas ya min?” tanya @millionkwd. “Org yg melakukan tindakan semena2, semoga mndapat ganjaran yg setimpal, #NgerampasHP dah kya begal,” timpal akun @Jok0SM

Itu detik ke 35 kenapa ngerebut hape warga begitu? Kalo jatoh masuk air terus rusak apa mau ganti rugi?”, tanya @Vanell0peVS.

 “Apa itu tangan steril?” tanya  @putherainka. @gabrielstev, “Pak detik 35 kenapa ada warga HPnya dirampas?”.

@ariesbudhi, “Baju item kebal covid atau yg pake apd gagayaan doang ?”. @nicos669, “gimana tuh pak nasib hapenya yg di ambil? apa mungkin di ganti jadi iPhone 12 pro max 512GB?

 “Melihat dari rep nya pada fokus oknum yg ambil hp warga bukan pada pengorbanan petugas yg dg sulit menjalankan tugasnya harus pake APD. Seharusnya petugas lebih sabar bisa jadi niatnya baik kan kalo di viralin warga.  Apakah ini yg di sebut nila setitik rusak susu se sekolam,” tulis @PimenGabut.

Hingga pukul 16.28 Wib, tiba-tiba postingan video tersebut hilang, kuat dugaan postingan itu dihapus. Link tautannya, https://twitter.com/DivHumas_Polri/status/1363008571776987140?s=20

Sampai saat ini belum ada keterangagan resmi dari akun @DivHumas_Polri. Akun resmi Polri ini pada pukul 14.30 Wib mengunggah video baru, namun tetap saja netizen mempertanyakan alasan admin menghapus video tersebut.  “Min, video yg bawah ada oknum rampas hp warga sipil, kl mo aplot liat2 hehehe. Niat hati mau ambil hati warga tp warga jd gabisa naro hati kalo ngeliat hal itu,” tanya akun @HanaRz

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: