logo
×

Rabu, 12 Januari 2022

Ekspor Batu Bara Dibuka, Rupiah Menguat

Ekspor Batu Bara Dibuka, Rupiah Menguat

DEMOKRASI.CO.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi berpotensi menguat. Hal itu salah satunya dinilai karena investor merespons pernyataan Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell.

Rupiah pagi ini menguat 2 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.302 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.304 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah mungkin bisa menguat lagi terhadap dolar AS hari ini dengan sentimen positif pasar terhadap aset berisiko menanggapi pernyataan Gubernur Bank Sentral AS semalam mengenai kebijakan moneter AS," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra saat di Jakarta, Rabu, 12 Januari 2022.

Seperti diketahui, dalam sesi dengar pendapat antara Jerome Powell dengan komite perbankan Senat AS tadi malam, Powell tidak memberikan kejutan mengenai percepatan kenaikan suku bunga acuan AS.

Kebijakan itu tertuang dalam notulen rapat yang dirilis pada awal bulan ini dan sudah diantisipasi pasar. Selain itu, Powell juga mengatakan bahwa ekonomi AS pulih dengan cepat dan optimistis dengan outlook ke depan.

"Dari dalam negeri, pencabutan larangan ekspor atu bara mungkin bisa menjadi katalis positif untuk rupiah. Ekspor komoditas penyumbang surplus neraca perdagangan RI," ujar Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak menguat ke arah Rp14.250 per dolar AS dengan potensi resisten Rp14.320 per dolar AS.

Sebelumnya pada Selasa kemarin, rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.304 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.299 per dolar AS. (Ant)