logo
×

Rabu, 12 Januari 2022

Komeng Viral di Twitter, Benar Lakukan Pelecehan Seksual?

Komeng Viral di Twitter, Benar Lakukan Pelecehan Seksual?

DEMOKRASI.CO.ID - Komedian senior, Alfiansyah Bustami atau lebih dikenal dengan Komeng, viral di media sosial twitter terkait materi lawaknya yang disangka mengandung pelecehan seksual.

Diketahui, nama komeng sedang menjadi trending topic di twitter, pada Rabu (12/1/2022).

Hal ini dipicu oleh sebuah unggahan dari seorang warganet yang mengomentari materi lawak yang dibawakan oleh Komeng.

“Barusan denger orang ngelawak di TV bilang ‘Anak cewe saya kasian pak, nanti ada yang intip. Daripada diintip orang, mending saya yang intip,” tulis unggahan salah satu warganet.

Warganet tersebut mengkritik video potongan sebuah acara komedi di SCTV.

Materi lawakan sang komedian diunggah ulang akun Twitter @AREAJULID.

Dialog yang dibawakan Komeng dinilai merendahkan perempuan karena kerap dijadikan bahan lelucon kaum adam. Karena hal tersebut, Komeng pun dibanjiri komentar pedas warganet. 

“Ketika perempuan hanya diplot sebagai objek seksual oleh laki-laki, ini yang terjadi. Sudah tak ada ruang aman lagi bagi perempuan. Ini pentingnya kita saling aware dan jaga. Paling utama mengubah pola pikir kotor terhadap perempuan,” tulis seorang netizen, dikutip Poskota.co.id, Rabu (12/1/2022).

Walaupun mungkin hanya lawakan, tapi bagi orang-orang yang mengalami ini sepertinya sudah enggak lucu deh. Mungkin, malah bikin sakit hati,”. Kata warganet lainnya.

Di sisi lain, ada juga warganet yang pro dengan Komeng. Beberapa warganet mengungkapkan, bahwa apa yang dilakukan Komeng semata-mata adalah satir dan menyindir generasi saat Gen Z, yang tidak paham tentang jenis komedi tersebut.

“Dear Gen Z, ini namanya komedi satire. Tujuannya buat mennyindir hal-hal yang sedang hangat di masyarakat,” jelas seorang warganet.

Adapun warganet dari generasi yang berusaha menetralisir keadaan, dengan memberikan pendapatnya.

“Gue adalah Gen Z, tapi paham kok jokes Komeng karena biasa nonton dia dari Zaman SD. Yang menganggap lawakannya terlalu serius pasti enggak ngeh kalau itu satire. Maafkan saja ya.” pungkasnya. (Ibriza Fasti Ifhami)

Komentar Pembaca