logo
×

Sabtu, 12 Maret 2022

Kasus Kerangkeng Bupati Langkat, Pengakuan Tahanan Bikin Bergidik! Dipaksa Jilat Kemaluan Anjing hingga Sodomi Sesama

Kasus Kerangkeng Bupati Langkat, Pengakuan Tahanan Bikin Bergidik! Dipaksa Jilat Kemaluan Anjing hingga Sodomi Sesama

DEMOKRASI.CO.ID - Kasus kerangkeng manusia Bupati (nonaktif) Langkat, Terbit Rencana Peranginangin alias Cana, kini memunculkan fakta baru yang membuat bergidik.

Adapun hal tersebut diungkap oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berdasarkan pengakuan tahanan yang mengalami sejumlah hal memilukan.

Diketahui beberapa tahanan mengaku tak hanya disiksa, tetapi juga diperlakukan secara tak manusiawi.

Dari data yang diperoleh LPSK, tahanan ada yang dipaksa untuk menjilat kemaluan anjing. Bahkan, ada yang dipaksa melakukan sodomi terhadap sesama para tahanan.

Adegan sodomi itu kemudian direkam oleh para penjaga kerangkeng manusia yang diduga untuk dijadikan hiburan.

“Tahanan inisial KEO dan KRM ditelanjangi, diludahi mulutnya. Kemudian mereka mengaku dipaksa minum air kencing sendiri. Penghuni lain dipaksa menjilat sayuran di lantai,” ujar Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, dikutip terkini.id dari tribunnews pada Sabtu, 12 Maret 2022.

Edwin mengungkapkan, kekejian tidak berhenti sampai di situ. Para tahanan juga dirampas kemerdekaannya oleh pasukan Terbit Rencana Peranginangin yang berasal dari organisasi Pemuda Pancasila.

“Semuanya sadis. Sepanjang saya melakukan advokasi terhadap korban kekerasan selama kurang-lebih 20 tahun, saya belum pernah menemukan kekerasan sesadis ini.”

Dalam penyelidikannya, LPSK menemukan adanya fakta bahwa calon tahanan yang akan mendekam di kerangkeng manusia harus lebih dahulu digunduli.

Kemudian, bila melakukan kesalahan sekecil apa pun, pasti akan disika sedemikian rupa oleh anak buah Terbit Rencana Peranginangin, termasuk diduga oleh putranya bernama Dewa Peranginangin.

“Jadi, ada yang disuruh telanjang. Kemudian dipaksa sodomi dan direkam.”

Selain itu, ada juga yang dipaksa mengunyah cabai setengah kilogram kemudian cabai itu dilumuri di wajah para tahanan.

“Saya bacanya saja enggak tega.” [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.

Komentar Pembaca