logo
×

Senin, 07 Maret 2022

Nicho Silalahi: Woi Para Bangsat, Jangan Kalian Diskriminatif terhadap Umat Islam

Nicho Silalahi: Woi Para Bangsat, Jangan Kalian Diskriminatif terhadap Umat Islam

DEMOKRASI.CO.ID - Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi menyerukan untuk menghentikan Islamofobia dan juga diskriminasi terhadap umat Islam.

Nicho Silalahi mengatakan hal ini saat merespons video peserta Aksi Damai 212 yang disebut mengawal sepasang calon pengantin untuk melakukan pernikahan di gereja.

Ia menyinggung bahwa jika Islam memangberbahaya, maka sepasang pengantin tersebut tidak akan bisa masuk ke Gerja untuk melakukan pernikahan.

“Stop Islam Phobia dan bermain dalam narasi Radikal Radikul, Jika Islam itu berbahaya maka kedua pengantin ini ga bakal bisa masuk ke Gereja Untuk Pemberkatan Nikah,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 6 Maret 2022.

“Woi para bangsat jangan kalian diskriminatif terhadap umat Islam dan Stop Islam Phobia Itu,” sambungnya.

Dalam beberapa cuitannya, Nicho Silalahi memang beberapa kali menyinggung soal islamophobia dan juga narasi radikalisme.

Nicho Silalahi mempertanyakan mengapa agama Islam terus diobok-obok sehingga muncul kesan islamophobia.

Padahal, ia menyinggung, Wakil Presiden Indonesia adalah seorang ulama yang sangat dihormati.

Nicho Silalahi mengatakan ini sebab melihat adanya berbagai isu yang dinilai menyerang umat Islam.

Ia menyebutkan beberapa isu, seperti isu radikal, isu terorisme, hingga permasalahan toa masjid.

“Dari mulai isu Radikal Radikul dilanjutkan dengan isu terorisme hingga sekarang suara Toa Masjid pun mereka permasalahkan,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 25 Februari 2022. 

“Padahal Wapresnya seorang ulama yang sangat dihormati umat Islam, tapi kenapa justru agama Islam terus diobok-obok dan terkesan menciptakan Islam Phobia?” sambungnya. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: