logo
×

Rabu, 09 Maret 2022

Tiba di Aden Yaman, Angelina Jolie Ungkap Dampak Buruk Perang

Tiba di Aden Yaman, Angelina Jolie Ungkap Dampak Buruk Perang

DEMOKRASI.CO.ID - Utusan Khusus Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR), Angelina Jolie, membagikan momen saat ia terjun langsung ke medan perang di Yaman. 

Melalui Instagram pribadinya, bintang Hollywood ini mengumumkan saat dia telah sampai di kota Aden, Yaman, pada Ahad (6/3/2022) waktu setempat. Tujuan dari lawatannya ialah untuk membantu para pengungsi di negara yang tengah dilanda konflik tersebut. 

Dia mengumumkan kedatangannya ke Kota Aden dengan mengunggah foto-foto udara dari kamp-kamp pengungsi dan foto-foto bangunan yang hancur di Instagram. 

Di sana, dia menemui para pengungsi dan keluarga yang terlantar yang terpaksa melarikan diri dari rumah-rumah mereka. Dia ingin mendengar langsung bagaimana konflik telah menghancurkan hidup mereka. 

"Saya telah mendarat di Aden, untuk bertemu keluarga terlantar dan pengungsi untuk UNHCR @refugees dan menunjukkan dukungan saya untuk orang-orang Yaman. Saya akan melakukan yang terbaik untuk berkomunikasi dari lapangan selama beberapa hari berlangsung," tulis Jolie pada caption yang diunggah pada Ahad (6/3/2022). 

"Ketika kita terus menyaksikan kengerian yang terjadi di Ukraina, dan menyerukan diakhirinya segera konflik dan akses kemanusiaan, saya di sini di Yaman untuk mendukung orang-orang yang juga sangat membutuhkan perdamaian," kata dia. 

Dia menambahkan situasi di Yaman adalah salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan satu warga sipil terbunuh atau terluka setiap jam pada 2022. Ekonomi hancur oleh perang, dan lebih dari 20 juta orang Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.   

Jolie ingin menarik perhatian global pada krisis kemanusiaan yang terjadi di Yaman. Jolie juga menggambarkan persamaan antara mereka yang menderita di Ukraina dan Yaman. 

"Pekan ini satu juta orang terpaksa melarikan diri dari perang yang mengerikan di Ukraina. Jika kita belajar sesuatu dari situasi yang mengejutkan ini, kita tidak selektif tentang siapa yang layak mendapat dukungan dan hak siapa yang kita bela," kata dia. 

Semua orang berhak mendapatkan belas kasih yang sama. Nyawa korban sipil dari konflik di mana-mana memiliki nilai yang sama. Setelah tujuh tahun konflik, perang, rakyat Yaman juga membutuhkan perlindungan, dukungan, dan yang terpenting, perdamaian," kata dia dalam sebuah pernyataan. 

Aktris berusia 46 tahun ini telah bekerja dengan badan pengungsi PBB (UNHCR) selama hampir dua dekade. Pada Selasa (8/3/2022), Jolie kembali mengunggah soal kondisi saat ia tiba di Sana'a. 

Di sana, dia mengatakan bertemu lebih banyak keluarga Yaman yang telah mengungsi dan terluka dalam konflik. 

"Lebih dari 4 juta orang Yaman telah dipaksa meninggalkan rumah mereka karena kekerasan, dan hidup sebagai pengungsi internal di dalam negeri. Lebih dari setengahnya adalah anak-anak. Dan setidaknya ada 50 garis depan aktif di seluruh negeri, yang berarti bahwa warga sipil masih terbunuh dan terluka setiap hari," tulis Angelina Jolie dalam caption. 

Saat berada di Yaman, dia mengungkapkan juga mengunjungi pemerintahan Lahj di selatan negara itu, di mana 35 keluarga pengungsi berada. 

Jolie menjelaskan kondisi di sana di mana kamp darurat tidak memiliki semua layanan dasar, dan sumber air terdekat berjarak 15 km. Dikatakannya, tidak ada fasilitas toilet atau kamar mandi dan sebagian besar anak-anak yang tinggal di sana tidak bersekolah. 

"Kita hidup di dunia di mana penderitaan dan kengerian mendominasi berita utama, tetapi berita utama seperti itu dapat menghasilkan tampilan belas kasih dan solidaritas internasional yang luar biasa. Saya berharap belas kasih dan solidaritas ini akan diperluas ke rakyat Yaman," tulisnya. 

Jolie sebelumnya telah berbicara tentang krisis di Yaman. Dalam pidatonya pada 2018, dia mengimbau Dewan Keamanan PBB untuk mendesak gencatan senjata dan merundingkan diakhirinya perang.

Pada 2020, aktris tersebut juga menyumbangkan jumlah yang tidak diungkapkan ke kios limun yang dijalankan oleh dua anak laki-laki yang menggalang dana untuk Yaman.   [republika]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: