logo
×

Kamis, 28 Juli 2022

Tak Main-main, Kim Jong Un Ancam Hancurkan Korea Selatan Jika Lakukan Upaya Berbahaya Ini

Tak Main-main, Kim Jong Un Ancam Hancurkan Korea Selatan Jika Lakukan Upaya Berbahaya Ini

DEMOKRASI.CO.ID -  Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengancam Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan militernya bakal menghadapi penghancuran jika melakukan upaya berbahaya. Salah satunya seperti serangan pendahuluan terhadap Pyongyang.

Dalam pidato yang disampaikan untuk memperingati gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea, Kim menyebut nama Presiden Korsel sebanyak tiga kali dan mencap militernya sebagai gangster.

Itu merujuk pada strategi yang dinyatakan Selatan untuk melawan ancaman nuklir dan rudal Korut termasuk melalui penguatan kemampuan serangan pendahuluan Kill Chain.

“Upaya berbahaya seperti itu akan segera dihukum oleh kekuatan yang kuat, dan pemerintahan Yoon Seok Yeol dan militernya akan dihancurkan,” kata Kim, yang muncul di depan umum untuk pertama kalinya dalam 19 hari bersama istrinya Ri Sol Ju untuk upacara tersebut di Pyongyang, Rabu (27/7), seperti dilaporkan kantor berita negara KCNA.

Kim mengatakan Pyongyang tidak akan lagi mentolerir semua pernyataan tidak masuk akal dari militer Korsel dan memperingatkan bahwa Selatan akan membayar harga tertentu jika perilaku seperti itu terus berlanjut. Kim bahkan menyebut Yoon hanya dengan nama tanpa gelar resmi presiden.

Pernyataan itu merupakan tanggapan resmi pertama Kim terhadap pemerintahan Yoon yang menggantikan pemerintahan liberal Moon Jae-in pada Mei lalu.

Selain itu, Kim menekankan bahwa rezimnya sepenuhnya siap untuk setiap konfrontasi militer dengan Amerika Serikat, merujuk pada latihan militer AS dengan Korsel.

Dia berulang kali mengatakan tentang pencegah perang nuklir Korut dan mengancam akan menggunakannya jika perlu, meskipun dia tidak memberikan petunjuk konkret apakah atau kapan rezim rahasianya akan melakukan uji coba nuklir lagi.

“Standar ganda AS, yang secara menyesatkan melabeli semua tindakan kita sehari-hari sebagai provokasi dan ancaman sambil mengadakan latihan bersama skala besar yang secara serius mengancam keamanan nasional kita, secara harfiah adalah perilaku seperti preman yang mendorong hubungan Korea Utara-AS ke konflik dan ke titik yang tidak dapat diubah,” kata Kim.

“Angkatan bersenjata Korut sepenuhnya siap untuk menanggapi setiap krisis dan penangkal nuklirnya juga siap untuk menggunakan kekuatannya dengan tepat, akurat, dan cepat sesuai dengan misinya,” imbuh Kim.[fajar] 

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: