logo
×

Selasa, 21 Februari 2023

Nah Lho! Disindir Anggota DPR Karena Ikut Campur Kasus Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD Malah Bongkar Ini: Ferdy Sambo Menelepon..

Nah Lho! Disindir Anggota DPR Karena Ikut Campur Kasus Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD Malah Bongkar Ini: Ferdy Sambo Menelepon..

DEMOKRASI.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menanggapi kritikan yang diberikan oleh Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul karena ia dinilai terlalu ikut campur dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Hal itu disampaikan oleh Mahfud saat menjadi bintang tamu dalam acara Kick Andy. Menteri itu awalnya dicecar mengenai berbagai macam cuitannya yang seolah menggiring opini publik terhadap pelaku, terutama Ferdy Sambo dan Bharada E.

Tak hanya itu, dengan berbagai macam komentarnya, Mahfud juga dianggap terkesan nafsu ikut campur dalam proses kasus tersebut dan menyalahkan Ferdy Sambo atas insiden itu, bahkan di saat data dan fakta belum didapatkan secara utuh.

Andy kemudian menyinggung kritikan Mahfud kepada DPR yang diam saja dalam kasus sebesar pembunuhan Brigadir J. Ia pun menjawab bahwa anggota DPR duluan yang menyindirnya.

“Itu juga Anda terbalik cara berpikirnya. Ketika saya ngomong (soal kasus FS), lalu ada orang DPR bilang ‘Itu apa Menko Polhukam, kok ngomong. Kok jadi komentator bukan Menteri Koordinator’,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Nah baru saya balikin. ‘Loh selama ini DPR juga sering ngomong yang kayak gini. Kenapa di dalam kasus Sambo ini kok diem? Dalam urusan apa pun ngomong, teriak gitu-gitu, kok ini diem? Padahal ini serius’. Nah itu jawaban saya untuk itu.”

Andy lalu menyampaikan balasan DPR lagi melalui Ketua Komisi III yang mengatakan bahwa mereka diam karena tahu posisinya. Mereka menilai justru Mahfud lah yang tidak mengetahui posisinya sehingga selalu berkomentar soal kasus Ferdy Sambo.

Mahfud pun tidak masalah dengan jawaban tersebut. Ia kemudian membandingkan dengan aksi DPR yang kerap buka suara pada hampir semua masalah, tapi tidak melakukan hal yang sama dalam kasus Sambo.

“Maka saya menggunakan dengan fakta lain, yaitu ‘telepon Sambo ke berbagai orang, ke berbagai pejabat, ke wartawan temen-temen Anda, ke lembaga negara agar dikesankan bahwa saya ini dizolimi’,” pungkasnya.

Mendengar pernyataan itu, Andy menekankan apakah Mahfud sedang menuduh bahwa ada anggota DPR yang mendapat sesuatu dari Ferdy Sambo sehingga diam dengan kasus pembunuhan Brigadir J.

Mahfud menjawab, “Kapan saya bilang mendapat sesuatu? Sambo menghubungi banyak orang, ada anggota DPR, ada teman Anda wartawan, kemudian Komnas HAM dipanggil ke kantor Sambo, hanya untuk melihat Sambo nangis.”

Andy pun memotong pembicaraan Mahfud dan memperingatkannya untuk berhati-hati karen pernyataannya sama saja seperti menuduh lembaga-lembaga tersebut.

“Bukan menuduh, saya sudah konfirmasi, saya panggil. Komnas HAM, Kompolnas, saya panggil. Tanya aja pada mereka, berkali-kali mereka datang ke tempat saya,” tegasnya menandaskan.[populis]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: