![]() |
| Warga Bedilan memprotes batubara yang tumpah di Jalan Yos Sudarso, sementara warga Pulo Pancikan marah karena diancam oleh oknum bayaran. Foto: Firmansyah/Radar Gresik/JawaPos.com |
Sementara warga Kelurahan Bedilan marah gara-gara muatan batubara dari truk tumpah di Jalan Yos Sudarso.
Aksi intimidasi terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.15. Saat itu puluhan warga hendak menghadang truk pengangkut batubara di Jalan Harun Tohir. Aksi itu dimotori oleh Moch Untung, tokoh warga setempat.
Untung merupakan warga yang paling getol menolak aktivitas truk angkutan batu bara, pasalnya rumah Untung berada di bahu jalan.
“Akibat aktivitas batu bara yang terjadi tiga hari terakhir ini, seluruh keluarga saya mengidap penyakit ISPA,” ujar bapak lima orang anak itu seperti yang dilansir Radar Gresik (Jawa Pos Group), Sabtu (7/11).
Saat Untung memimpin warga menghadang truk, rumahnya didatangi Muz dan Bad. Kepada istrinya Muz dan Bad menanyakan Untung, namun dijawab tidak ada.
Saat itulah, pengurus UD Putra Makmur yang digandeng PT GJT untuk mengurusi batubara naik pitam. “Dia mengancam akan membunuh suami saya,” terang Sumiarsih.
Tidak hanya kedua pengurus, namun juga oknum aparat keamanan. Menurut Sumiarsih, istri Untung, rumahnya di datangi tiga oknum berpakaian preman. Mereka tersebut mengancam akan menangkap Untung jika masih menolak aktivitas batu bara.
“Anda tidak bisa seenaknya menolak aktivitas batu bara, sebab ini milik negara, kalau masih menolak akan saya tangkap suami anda,” ujar Sumiarsih menirukan perkataan salah seorang polisi.(jwp)


