
NBCIndonesia.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, akhirnya benar-benar memutuskan untuk maju bersama relawan Teman Ahok.
Ahok memutuskan untuk maju bersama pegawainya yang akan menjadi wakil, Heru Budi Hartono, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI.
Hal tersebut, dikatakan setelah dirinya didesak oleh relawan Teman Ahok saat mendatangi kediamannya, di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara.
"Sekarang saya putuskan untuk ikut Teman Ahok. Saya tidak mau anak muda ini kecewa. Sekali pun ada kemungkinan PDIP marah, tahu-tahu anak-anak ini tidak bisa mengumpulkan (KTP), terus ada oknum KPUD tidak profesional, dia batalin dukungan semua, karena potensi batal ini gampang banget loh," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (7/3/2016).
Menurut Ahok, ia menyadari maju independen bersama Teman Ahok merupakan hal yang penuh risiko.
Apalagi, jika memang nantinya jumlah KTP dukungannya tidak mencapai yang telah disyaratkan.
Ia pun menyebutkan resikonya maju melalu jalur independen seperti antara menumpangi bus dan mobil mewah.
"Resiko di saya loh. Ini ibarat sudah naik mobil mewah (melalui partai) sampai ke kota, ada sopir lengkap, kalian (Teman Ahok) ngajak saya naik bus. Eh dia jawabnya apa? Tapi kan bapak naik bus, kan sama kami orang rame-rame. Kalau naik mobil mewah kan kami tidak ikut pak," jelas kata Ahok.
Dalam pertemuannya tersebut, Relawan Teman Ahok yang salah satunya diwakili Amalia Ayuningtyas, membahas hingga puku 22.30 di kediaman Ahok.
Ahok pun sudah menjelaskan situasi yang dialaminya.
"Tapi mereka juga sepakat, ya sudah. Saya bilang ya sudah lah, kalau kalian sudah sepakat, saya ikutin kalian saja kalau begini," katanya. (tn)

