
NBCIndonesia.com - Presiden Joko Widodo berencana melanjutkan kembali proyek pembangunan Pusat Pelatihan, Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah setuju dengan langkah Jokowi. Namun, sia menilai, ada beberapa aspek yang perlu dilakukan pemerintah saat ini apabila ingin melanjutkan proyek tersebut.
Proyek Hambalang, dapat dianggap sebagai kegagalan proses perencanaan karena ada kasus hukum dalam pembangunan proyek itu.
"Kan gini hambalang kan tangkap tangan. Udah diproses hukum. Kalau dia dianggap gagal proses perencanaan maka harus ada adjusment proyek tidak bisa dilakukan. Lalu dihitung kerugian negara dan ditentukan siapa yang berhak menanggung,"kata Fahri, Senin (21/03/2016).
Meski begitu, lanjut dia, proyek Hambalang harus tetap dilanjutkan apabila biaya untuk pembangunan itu terhitung murah. "Bila ongkos kelanjutan lebih murah ya harus diteruskan. Setelah ada korupsi, proyek tidak boleh dihentikan karena yang salah itu orang bukan bangunannya. Buktinya sudah masuk APBN," kata dia.
Menurutnya, sangat disayangkan bila proyek yang ditaksir memakan biaya sebesar Rp2,7 Triliun itu dibiarkan begitu saja. Proyek tersebut tidak boleh mangkrak atau ditinggalkan oleh pemerintah saat ini.
"Mangkrak otak kita. Mangkraknya ada di kepala kita. Ini republik mangkrak. Harus cepat. Harus cek dan pembangunan harus jalan terus. Jokowi enggak usah banyak ngomong, tapi kerjakan saja. Ini udah terlalu lama. Dan kaya gini banyak bangunan mangkrak," tandasnya.(rn)

