
NBCIndonesia.com - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti membantah bila musibah jatuhnya helikopter milik TNI AD di Kabupaten Poso, Sulteng, disebabkan serangan teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
"Kalau serangan (teroris) dipastikan tidak ada, karena itu (lokasi kejadian) bukan daerah rawan, tapi pemukiman dekat bandara," kata Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (21/03/2016).
Saat ini tim investigasi dari Mabes TNI Angkatan Darat masih menyelidiki penyebab terjadinya musibah tersebut. "Diduga karena cuaca buruk, tapi bisa juga ada penyebab lain. Ini (penyebab) masih diselidiki pihak TNI," katanya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan, helikopter jatuh saat kondisi hujan.
Tatang menjelaskan kronologis kejadiannya. Bermula pada pukul 17.20 WITA helikopter berangkat dari Desa Napu menuju Poso.
Namun, sekitar pukul 17.55 WITA helikopter jatuh di perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Menurut dia, manifes Helly Bell 412 EP No HA-5171 adalah Danrem Kolonel Inf Syaiful Anwar, Kolonel Inf Ontang (perwira Badan Intelijen Negara), Kolonel Inf Herry Setiaji (perwira Badan Intelijen Strategis/Bais), Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Palu Letkol CPM Teddy, Kapenrem Mayor Faqih dan dokter Korem Kapten CKM Yanto.
Selain itu, Prada Kiki dan kru sebanyak enam orang, yakni pilot Kapten Cpn Agung, co pilot Letty Cpn Wiradi, dan co pilot Letda Cpn Tito, dua orang mekanik Sertu Bagus dan Serda Karmin serta Avionic Pratu Bangkit.(rn)

