NBCIndonesia.com - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menilai, elektabilitas tinggi yang saat ini dikantongi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan jaminan bahwa Ahok akan menang mudah pada Pilkada 2017 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Taufik, merujuk pada beberapa hasil survei yang menjagokan Ahok untuk kembali duduk di kursi DKI 1.
"Saya yakin Ahok pasti kalah. Ahok tuh sudah kalah sebelum ada lawan. Buktinya dari banyak lembaga survei, yang berkawan dengan Ahok maupun lembaga profesional, elektabilitas Ahok juga nggak pernah lebih dari 43 persen," kata Taufik kepada TeropongSenaya, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/3/2016).
Sebab, kata dia, sesuai UU Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemprov DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara disebutkan, pemenang Pilkada DKI harus memperoleh suara minimal 50 persen plus 1.
"Jadi dengan modal hasil survei 43 persen, Ahok sama saja sudah kalah. Foke (Fauzi Bowo) tahun 2012 yang hasil elektabilitasnya lebih dari 43 persen saja kalah kok, apalagi Ahok yang elektabilitasnya nggak pernah naik," beber Taufik.
Wakil Ketua DPRD DKI ini menuturkan, elektabilitas Ahok juga dipastikan akan terus merosot secara drastis apabila nanti dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras (RSWW) pada APBD Perubahan 2014.
"Nanti dia (Ahok) kan pasti dipanggil sama KPK. Nah, kalau Ahok dipanggil KPK dan jadi tersangka, Ahok nggak akan bisa ikut maju," tandasnya.(ts)


