
NBCIndonesia.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku heran dengan penolakan reklamasi yang akan disertakan dalam salah satu tuntutan buruh pada perayaan hari buruh (May Day) tanggal 1 Mei mendatang.
"Sebenarnya sih itu hak mereka, tapi kok buruh ada hubungannya dengan reklamasi," ucap Ahok seraya menggaruk kepalanya dan tersenyum saat dikonfirmasi di Balai Kota Jakarta, Jumat (29/4/2016).
Justru, menurut Ahok dengan ada reklamasi dengan berbagai macam kebutuhan pembangunannya akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Otomatis proyek reklamsi, kata dia, akan menciptakan lapangan pekerjaan."Tapi Ya sudah lah," selorohnya.
Seperti diketahui, Polda Metro Jaya memperkirakan akan ada sebanyak 50.000 orang yang akan turut serta dalam peringatan hari buruh pada hari Minggu mendatang.
Ada beberapa lokasi unjuk rasa buruh yang akan dilakukan, yakni Istana Negara, Gelora Bung Karno, dan DPR RI.
Sejumlah tuntutan yang akan mereka ajukan di antaranya :
1. Menolak PP No.78 Tahun 2015 tentang pengupahan
2. Naikkan upah minimum tahun 2017sebesar 30 persen
3. Ubah komponen KHL menjadi 84 item
4. Mendukung Undang-Undang tabungan perumahan rakyat (Tapera) untuk buruh dan rakyat
5. Tolak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
6. Tolak PHK sepihak
7. Tolak upah murah
8. Menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan
9. Tolak kriminalitas aktivis pekerja
Di luar tuntutan tersebut para pekerja yang tergabung dalam SBSI Sunda Kelapa, dan SP JTC Tanjung Priok juga akan menyuarakan penolakan Ahok, dan proyek reklamasi teluk Jakarta. (rn)

