
Nusanews.com - Beberapa wanita asal kota Manbij, Provinsi Aleppo, Suriah tersenyum gembira usai Tentara Demokratik Suriah (SDF) berhasil mebebaskan tempat tinggalnya dari kekuasaan militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).
Perempuan ini tampak lega lantaran sudah tidak ada kewajiban lagi untuk mengenakan niqab, jenis kerudung tambahan untuk menutupi seluruh tubuh yang diwajibkan oleh militan khilafah.
Stasiun Televisi Al Arabiya melaporkan, Minggu (12/6), keberhasilan SDF didukung bantuan teknis tentara Amerika Serikat (AS). Merujuk foto Kantor Berita Reuters, tentara SDF adalah gabungan koalisi dari pasukan Kurdi dan pejuang Arab. Mereka melakukan perlawanan sengit selama satu pekan terakhir merebut Kota Manbij dari sisa-sisa pasukan ISIS.
AKhir pekan lalu SDF juga berhasil memperluas front pertempuran baru. Pasukan gabungan berhasil mencapai jarak 17 kilometer dari al-Bab, basis terkuat ISIS di Suriah sekitar 50 kilometer dari Manbij.
Meski demikian, militan ISIS tidak menyerah begitu saja. Sederet ranjau terdeteksi dipersiapkan di antara 5.000 rumah warga. Militan tak ragu pula membakar ratusan ban bekas guna mengganggu pandangan jet tempur AS.

Minggu lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bila pertempuran di Manbij cukup membahayakan penduduk Suriah, lantaran lebih dari 200 ribu warga sipil tinggal di sana.
Ketika di Suriah mereka semakin terdesak, kekuatan ISIS di Irak pun setali tiga uang. Pasukan Irak, didukung militer Koalisi Barat, berhasil menyerang markas militan di selatan Kota Mosul. Pasukan Irak kini berhasil merebut desa Haj Ali, jaraknya 60 kilometer dari Ibu Kota khilafah.
Pertempuran sengit sepanjang akhir pekan ini di Irak berlangsung di Kota Fallujah. Militer Irak optimis Mosul bisa direbut sebelum akhir 2016, yang artinya pukulan sangat telak bagi ISIS. (mdk)

