
Nusanews.com - Aneh bin ajaib. Inilah penilaian Mahfud Siddiq terhadap pembangunan sektor pertanian. Meski setiap tahun anggaran Kementerian Pertanian naik, namun tidak pernah sekalipun target yang ditetapkan bisa tercapai.
“Kenaikan anggaran di bidang pertanian dalam waktu lima tahun terakhir meningkat lima kali lipat. Mengherankan target swasembada pangan tak pernah terealisasikan," ujar Mahfudz Siddiq yang juga anggota Komisi IV DPR RI ini, Rabu (15/6/2016) di Jakarta.
Bahkan, menurut dia, taraf hidup petani juga tak membaik. Alih fungsi lahan juga tak terbendung. Artinya secara umum kenaikan anggaran tersebut belum bisa mewujudkan program-program pembangunan pertanian yang ditetapkan sendiri oleh Kementerian Pertanian.
Politis PKS ini juga mendesak Kementerian Pertanian mengkaji ulang program penyaluran alat dan mesin produksi pertanian. Pasalnya, program ini dinilai salah sasaran lantaran penerimanya bukan petani pemilik lahan namun petani penggarap.
"Program ini seperti memberi kulkas dan kompor maupun AC kepada orang yang tidak punya rumah. Jadi tidak bisa dimanfaatkan. Sehingga program tersebut juga tidak bisa memperbaiki kesejahteraan petani," papar Mahfudz yang juga mantan Ketua Komisi I ini.
Dia juga mengritik kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi yang melibatkan TNI dalam pembukaan lahan. Sebab, meski memiliki kemampuan dan tenaga kuat namun prajurit TNI tidaklah memiliki ketrampilan teknis dalam bidang pertanian.
Oleh sebab itu, jika Presiden Jokowi serius mewujudkan janji kampanye yaitu membuka lahan dua juta hektar, menurut dia, sebaiknya dilakukan secara baik dan benar. Sehingga lahan yang dibuka secara teknis sesuai dengan keperluan pertanian. (ts)

