logo
×

Minggu, 24 Juli 2016

AM Fatwa: Jokowi Jangan Halangi Rildwan Kamil Nyagub di DKI

AM Fatwa: Jokowi Jangan Halangi Rildwan Kamil Nyagub di DKI

Nusanews.com - Presiden Joko Widodo diimbau tidak menghalang-halangi Walikota Bandung Ridwan Kamil maju di Pilgub DKI Jakarta 2017. Sosok Ridwan Kamil diinginkan masyarakat Jakarta dan bukan meragukan Ahok.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), AM Fatwa mendapat kabar, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil batal maju lantaran ada campur tangan Jokowi.

"Konon disarankan oleh Presiden Jokowi lebih baik pemimpin terbaik tetap di daerah­nya. Ya, saya kira Pak Jokowi harus menangkap aspirasi masyarakat," kata Fatwa di GOR Jakarta Utara, kemarin.

Masyarakat Jakarta, kata Fatwa, merindukan sosok seperti Ridwan Kamil. Dukungan terh­adap Ridwan juga bukan bagian dari keraguan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Menurut Fatwa, Ahok juga memiliki pemikiran maju dan gebrakan. "Tapi, kami ingin ada penantang Ahok yang mumpuni. Saya pikir sekarang ini yang bisa jadi penantang mumpuni bagi Ahok adalah Ridwan Kamil," kata Fatwa.

Karena itu, ia menyarankan, Jokowi agar tidak menghalangi Ridwan Kamil bertarung dalam Pilkada DKI. Hal itu untuk menghindari persepsi buruk di balik tak jadi majunya Ridwan Kamil.

"Malah nanti dianggap orang barangkali supaya jangan ada yang mengalahkan Ahok. Ahok sendiri sudah pernah bilang kalau Ridwan Kamil ke Jakarta mung­kin saya kalah," tegas Fatwa.

Sebelumnya, Walikota Bandung Ridwan Kamil mengung­kapkan, Presiden Jokowi men­yarankan tidak maju di Pilgub DKI 2017 menantang Ahok.

Pria yang akrab Kang Emil itu mengakui, Presiden Jokowi menyarankan agar dia me­nyelesaikan lebih dulu masa kepemimpinannya hingga akhir masa jabatan pada 2018. Sebab, Kota Bandung masih memerlu­kan banyak perbaikan.

"Saya menghadap beliau. Intinya, beliau menyampaikan agar saya mengambil keputusan terbaik. Beliau bilang jangan semata mengejar sesuatu yang lebih besar, tapi yang di depan mata belum terselesaikan dengan baik," katanya.

Selain itu, Kang Emil mengatakan, Jokowi berusaha menghindarkan pertarungan langsung antara Ahok dan di­rinya dalam Pilgub DKI 2017. "Beliau melihat saya dan Pak Ahok pemimpin daerah yang diapresiasi. Jadi, sebaiknya tidak bertanding dalam kondisi seperti ini," kata Emil.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad men­gaku, partainya masih melaku­kan komunikasi dengan partai lain untuk membicarakan koalisi di Pilgub DKI termasuk dengan PDIP. Hanya saja, Gerindra me­mastikan tidak akan berkoalisi dengan PDIP jika partai berlam­bang banteng moncong putih itu mengusung Ahok.

"Kalau itu kita sudah pasti kita tidak. Kita lihat karena sampai saat ini belum ada keputusan. Saya yakin PDIP tidak (men­gusung Ahok)," kata Dasco.

Anggota Komisi III DPR ini mengakui, memang ada dinamika terkait Ahok dengan PDIP. Setelah menyatakan akan maju lewat jalur perseorangan yang kemudian menyebabkan hubungannya renggang dengan PDIP, kini Ahok menyiratkan bersedia diusung melalui jalur parpol. Ahok juga mengaku masih menunggu dukungan dari PDIP.

"Itu dinamika. Ada sebagian kader yang memunculkan kem­bali ke Ahok. Ada sebagian yang tidak mau. Tapi keputusan ada di Bu Ketum," ucap Dasco.

Saat ini, Gerindra masih menantikan pertemuan antara Ketum sekaligus Ketua Dewan Pembinanya, Prabowo Subianto dan Megawati terkait Pilgub DKI 2017. Gerindra sudah me­munculkan sejumlah nama kan­didat Cagub DKI seperti Sjafrie Sjamsoeddin, Sandiaga Uno, dan terakhir adalah Komjen Budi Waseso.

"Sekjen PDIP dan Gerindra sudah bertemu belum lama ini. Sementara kami utk DKI 1 kami mengusulkan nama Budi Waseso dan Sandiaga Uno. Di tingkat DPD ada pak Sjafrie dan Sandiaga Uno. Kita lihat di PDIP, nama Pak Buwas su­dah mulai keluar juga," beber Dasco.

Gerindra pun tak khawatir akan kalah start dengan Ahok untuk bekerja sama dengan PDIP yang merupakan partai peme­nang pemilu itu. Dasco yakin pada akhirnya PDIP akan kem­bali berkoalisi dengan Gerindra seperti di Pilgub DKI 2012 namun kali ini tidak dengan mengusung Ahok.

"Ketum PDIP dan Ketua Dewan Pembina Gerindra ka­mi harapkan dapat segera ke­temu untuk menyamakan visi bagi pengerucutan dukungan terhadap cagub. Untuk kami, keputusan pilgub ada di Ketua Dewan Pembina, Pak Prabowo," jelas dia. "Saat Pilkada 2012, Gerindra dan PDIP juga (memu­tuskan koalisi) di last minute," pungkas Dasco. *** (rmol)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: