
Nusanews.com - Partai Golkar punya pesan khusus terkait kemungkinan makin dekatnya perombakan kedua Kabinet Kerja.
Golkar meminta reshuffle dilakukan dengan mempertimbangkan perbaikan kinerja pemerintah di bidang ekonomi.
"Perbaikan ekonomi yang berkaitan dengan kemampuan daya beli rumah tangga miskin dan kesempatan usaha dan lapangan kerja harus jadi perhatian serius bila melakukan reshuffle kabinet," ujar Ketua DPP Golkar, Agun Gunanjar, kepada wartawan, Senin (25/7).
Agun juga berharap agar reshuffle bisa memperbaiki kinerja pelayanan aparatur dan penegakan hukum, sehingga lebih menjamin keadilan dan kepastian hukum. Penegakan hukum yang baik tentu dapat mendorong perbaikan ekonomi.
"Penyerapan anggaran diprediksi akan lebih baik dengan diterapkannya secara maksimal UU Administrasi Pemerintahan. Kapolri dan Jaksa Agung diminta untuk memahami UU tersebut," jelasnya.
Agun ingin reshuffle yang dilakukan benar-benar komprehensif. Dengan begitu, kepercayaan publik ke pemerintahan Jokowi semakin meningkat.
"Dengan melihat kondisi saat ini, saat pemerintah mendapat kepercayaan yang kuat dari rakyat dan dukungan politik yang maksimal dari parlemen, inilah kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja untuk rakyat," ujar politisi asal Jawa Barat ini. (rmol)

