
AssWW. Mhn maaf Prof Ruki, Bung Laode dll, baru dijawab skrg. Td ada disebut Joko-Jeka blm menjadi musuh semua; tp dibandingkan dg Belanda dan Jepang. Kalau kita bandingkan dg RRC, dan melihat kedekatan Joko-Jeka dg RRC, maka Joko-Jeka sdh hrs menjadi musuh bersama.
Kpd yg senior2 sy mengingatkan, bhw somehow kita pernah menempatkan Soeharto, bahkan Soekarno, sbg musuh yg akhirnya "kita" tumbangkan. Jadi kalau kita skrg berpikir u/ menumbangkan Joko-Jeka bukan sesuatu yg menakutkan, melainkan biasa2 saja. Bukankah pasca tumbangnys Soekarno dsn Soeharto tidak ada satu pun yg ditangkap? Jadi, untuk apa ragu2 bicara soal itu, atau bahkan takut?! Demi masa depan Republik dg 250 juta rakystnya, di mana 100 lbh juta masih sengsara hidupnya, apa artinya seorang-dua-orang Joko dan Jeka serta 50-60 an menteri2nya? Bukankah Erdogan sdh memberikan contoh, bahwa 50-60 ribu mrk yg merencanskan plot pun tidak ada artinya dibanding 60 juta rakyat Turki... Mudah2an dia berhasil.
Mari kita mulai skrg, jatuhkan rezim khianat pro-RRC dan Mafia Cina Joko-Jeka!! WassWW.
@SBP

