Nusanews.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit, melontarkan kritikan pedas bagi dua ‘haters’ Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yakni Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani.
Menurut Arbi, aksi yang dilakukan Ratna dan Dhani yang menentang Pemprov DKI saat melakukan penertiban pemukiman liar dan kumuh, adalah ciri-ciri aktivis kampungan, karena beralasan membela tapi tidak untuk memajukan rakyat.
"Ya itulah aktivis kampungan. Karena dia pro rakyat tapi tidak memajukan rakyat," tutur Arbi dikutip dari netralnews beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Arbi mengatakan, harusnya Ratna dan Dhani mendukung program Gubernur DKI Jakarta yang memberikan rusun kepada warga yang terdampak penggusuran, dan bukan malah membiarkan mereka terpuruk dan hidup di rumah-rumah kumuh di pinggir sungai.
"Membiarkan rakyat hidup menderita, terpuruk di pinggir-pinggir sungai, di rumah-rumah reyot. Dia tolak tawaran Ahok pindah ke rumah susun, itu kan kampungan," tutur Arbi.
Lebih jauh Arbi menilai, Ratna dan Dhani serta orang-orang yang tidak suka dengan dengan cara kerja Ahok membenahi Ibu Kota adalah pola pikir yang salah dan menyesatkan rakyat.
"Ini salah pikir, sesat pikir. Ini Jakarta bukan kampung. Kalau yang bisa hidup di Jakarta adalah orang-orang yang datang dari desa tapi siap tahan uji, yang mau maju, yang ingin hidup modern, yang gak bisa harusnya mundur lagi ke desa. Itu kan alami, ada seleksi alam. Ini yang mau mereka lawan," pungkas Arbi. (jn)

