
Nusanews.com - Momentum Idul Adha memberikan pesan penting dalam berbangsa dan bernegara. Menurut Dodi S Abdulkadir, Idul Adha mengingatkan bahwa kepemimpinan seharus dijalankan sesuai sifat atau nama-nama Allah SWT.
"Menjadi pemimpin itu kan kehendak Allah. Maka kepemimpinan haruslah dilakukan sesuai sifat Allah, antara lain amanah dan melindungi rakyat," papar Dodi S Abdulkadir, Senin (12/9/2016) di Jakarta. Ditambahkan pemimpin juga harus tidak boleh kasar terhadap rakyat.
Dodi ditemui pada acara pemotongan hewan kurban berupa satu sapi dan empat kambing yang dilakukan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Selain membagikan daging hewan kurban untuk masyarakat sekitar, juga diberikan bingkisan untuk 200 anak yatim dan dari keluarga miskin.
Menurut Dodi yang juga doktor ilmu hukum ini, proses demokrasi berupa pemilihan langsung hanyalah cara munculnya seorang pemimpin formal. Namun, kejadian terpilihnya seorang pemimpin tersebut tetaplah tidak lepas dari tangan atau kehendak Ilahi. Oleh sebab itu pemimpin tak boleh semena-mena.
"Pemimpin haru adil atau Al Hakim. Ini arti sesungguhnya adalah yang kuat melindungi yang lemah. Sebaliknya yang lemah menyayangi yang kuat. Pemimpin baru bisa mewujudkan nilai keadilan ini saat menjalankan tugasnya," papar Dodi yang sudah lebih 16 tahun menggeluti dunia pengacara ini.
Untuk itu menurut Dodi, nilai-nilai pengorbanan dalam perayaan Idul Adha seperti itulah yang seharusnya menjadi pemahaman ditengah masyarakat. Selain untuk membangun silaturahim, momentum perayaan Idul Adha juga memiliki manfaat nyata ditengah kehidupan masyarakat. (ts)

