logo
×

Senin, 05 September 2016

PPP: Terlalu Pagi Wacanakan Wapres untuk Jokowi

PPP: Terlalu Pagi Wacanakan Wapres untuk Jokowi

Nusanews.com - Partai Golkar mulai mewacanakan untuk mencari wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 yang akan datang. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai wacana itu masih terlalu pagi.

Sebelumnya diberitakan, Partai Golkar bertekad memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2019 sebagai presiden periode kedua. Bahkan, Golkar telah membidik sejumlah nama untuk menjadi Cawapres Jokowi.

"Bisa Sri Mulyani, Bu Khofifah Indar Parawansa atau Sri Sultan Hamengku Buwono X," kata Ketua Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jambi, Gusrizal di arena Rakornis Golkar di Jakarta, Sabtu (3/9/2016).

Cawapres pendamping, menurut dia, nantinya harus memiliki kriteria visi, misi, kerangka kerja dan semangat kerja yang sama dengan Presiden Jokowi yang punya prinsip kerakyatan.

Sekretaris Jenderal‎ Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani khawatir wacana tersebut akan  menggangu kinerja pemerintah Jokowi/JK.

Arsul mengatakan, wacana untuk mencalonkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai wakil presiden pada 2019 masih terlal pagi.

"Itu kepagian, ibarat fajar masih cukup lama, kok ayam sudah berkokok," ucapnya di Jakarta,Senin (5/9/2016).

Sebagai sesama partai pendukung pemerintah, PPP mengingatkan Golkar agar ikut mengawal program dan kebijakan pemerintah, bukan bermanuver politik dengan memunculkan dukungan untuk pemilu presiden (Pilpres) 2019‎ kepada Presiden Jokowi.

"Dukungan terhadap pencapresan 2019 kepada Pak Jokowi seharusnya bukan dengan pernyataan politik, tapi dilakukan melalui kerja-kerja pemerintahan dan politik di parlemen," tegasnya. (ts)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: