
NUSANEWS - Penangkapan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada dini hari pasca aksi demonstrasi 4 November memunculkan persoalan baru.
Kabid Sospol Gerakan Pemuda Islam (GPI) Eko Saputra menilai, penangkapan yang terjadi terhadap tokoh HMI terlihat seperti cara PKI saat melakukan penculikan.“Cara pihak kepolisian menangkap aktivis HMI patut disesalkan,” tegas Eko Saputra (10/11).
Tak hanya menggunakan cara-cara PKI, Eko berasumsi, Rezim Jokowi sedang berusaha membangkitkan kembali “sisa” PKI dan komunis di Indonesia.
“Saya berasumsi bahwa saat ini Pemerintahan Jokowi sedang mencoba membangkitan kembali sisa PKI dan komunis di Indonesia. Hal ini terlihat dari jargon politik nasional yang di dengungkan yaitu ‘Revolusi Mental’. Semua orang tahu itu adalah jargon komunis yang pertama sekali dikeluarkan oleh salah satu tokoh PKI Dipa Nusantara Aidit,” beber Eko.
Secara khusus Eko juga menyoal pernyataan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur (10/11).
Menurut Eko, statement Jokowi tersebut adalah bentuk dari rasa takut yang dialami oleh Jokowi pasca demonstrasi akbar 4 November 2016, yang mana berimbas pada kekhawatiran Jokowi atas kursi presiden yang diduduki selama ini. “Jokowi seakan coba memperingati rakyat dan kaum Muslimin pada umumnya bahwa Jokowi punya pasukan yang siap kapan saja digunakan untuk menghalau demonstran atau mungkin untuk membantainya,” pungkas Eko Saputra. (it)

