
NUSANEWS - Sakit hati yang ditunjukkan oleh para pembenci umat Islam di Indonesia, menurut Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin, dengan cara menghembuskan wacana jika umat Islam bukan bagian dari Bhineka Tunggal Ika.
“Saat ini muncul wacana, jika umat Islam anti bhineka tunggal ika, justru saya yakin yang tidak bhineka tunggal ika, adalah mereka yang menuduh,” ujar Din Syamsudin.
Tuduhan Din Syamsuddin dibenarkan oleh Presidium Nusa Ina Institute, Andullah Kelrey, karena menurutnya, mereka yang menuduh demikian dari kelompok Komunis yang ingin kembali berkuasa, dan Dullah mencurigai mereka saat ini sedang mendapatkan dukungan dari luar negeri.
“Kemerdekaan bangsa ini, salah satunya adalah berkat pekikan Allahu Akbar, namun tidak ada satupun umat Islam sampai saat ini meminta agar Indonesia menjadi Negara Islam,” ujar Dullah, justru umat Islam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
Dullah juga menyinggung ketika beberapa kejadian di masa lalu adanya kelompok yang ingin mengusung sebuah bentuk negara Islam, justru diperangi oleh negara dan di dukung oleh sebagian besar umat Islam di Indonesia.
Dullah menceritakan bagaimana ormas-ormas Islam hingga ke Papua tidak pernah mengajarkan umat Islam disana untuk melakukan makar, justru setiap HUT RI 17 Agustus, seluruh ormas dan umat Islam di Papua ikut memperingati dengan lomba dan mengisi HUT dengan berbagai kegiatan cinta akan negeri ini.
Din Syamsuddin meminta kepada aparat keamanan justru harusnya mengkhawatirkan mereka-mereka yang mencetuskan jika mereka merasa dan menuduh lebih Bhineka Tunggal Ika dan lebih Indonesia, daripada umat Islam. (pb)

