logo
×

Rabu, 14 Desember 2016

Eks Jubir Gusdur: Jika tak Ada Pilgub, Pasti Ahok Gak Bakal Utik-utik Al Maidah 51

Eks Jubir Gusdur: Jika tak Ada Pilgub, Pasti Ahok Gak Bakal Utik-utik Al Maidah 51

NUSANEWS - Juru bicara Gus Dur saat menjabat Presiden RI, Adhie M Massardi, turut mengomentari persidangan perdana kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Adhie menjawab pernyataan para pendukung Ahok yang sering menyatakan bahwa kalau tidak ada Pilgub DKI, apakah Ahok bakal dituntut di pengadilan atas kasus penistaan agama.

“Banyak yang tanya, kalau tidak ada Pilgub apa Ahok bakal dituntut kayak sekarang? Jawab: ‘Lha, kalau tidak ada Pilgub pasti Ahok gak bakal utik-utik Al Maidah51…!” tulis Adhie di akun Twitter ‏@AdhieMassardi.

Adhie pun meladeni pernyataan akun @lucky_hafner: “Sebagian besar umat Islam faham betul Ahok hanya menanggapi lawan-lawan pengecut yang tdk mampu bersaing sehat….”

“Kalau tahu lawannya pengecut, kenapa Ahok harus utak-atik Al Maidah 51 yang bukan dari ayat dalam Kitab Suci agamanya?” balas @AdhieMassardi.

Diberitakan sebelumnya, Senin (13/12), Ahok menjalani sidang perdana perkara dugaan penodaan agama di gedung sementara Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat Ahok dengan Pasal 156 dan 156a KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Dalam sidang Ahok sempat menangis di depan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (13/12). Ahok meneteskan air mata saat membacakan surat pembelaan atas dakwaan yang telah disampaikan jaksa dalam kasus penodaan agama.

Ahok mulai menangis saat menceritakan kedekatan orangtua dan keluarganya yang non-Muslim dengan keluarga orangtua angkatnya yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan. Ahok mengatakan, karena penghormatan kepada kedua orangtua kandung dan orangtua angkatnya, tidak mungkin dirinya melakukan penistaan terhadap ulama dan Islam. (it)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: