
PEMIKIRAN KRITIS TENTANG RENCANA PEMBENTUKAN BADAN SIBER NASIONAL (BASINAS)
Anggaran belanja negara sedang defisit, anggaran belanjaTNI saja dipotong sampai 30% karena kekurangan anggaran, pertumbuhan ekonomi belum mencapai target, baru 5,02 %, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, untuk itu tidak perlu bentuk badan-badan baru seperti basinas (badan siber nasional), itu buang-buang anggaran pemerintah dan basinas tidak terlalu signifikan dan tidak terlalu penting untuk diadakan, seharusnya Pemerintah dalam hal ini Polhukam optimalkan dan berdayakan institusi yang ada yang mempunyai bagian-bagian Cyber, seperti Cyber Crime Polri, Cyber BIN, Cyber BAIS TNI (AD,AL,AU), Cyber BNN, Cyber BNPT, Cyber Infokom, Cyber Kejagung RI, dan Lemsanneg serta intitusi lainnya, semuanya sudah lengkap dengan peralatan-peralatan yang canggih, tinggal operasionalnya di koordinir untuk sinkronisasi data dan saling tukar menukar data serta melakukan pemantauan bersama secara serentak melalui sistem e-report /e-data antar institusi.
Pemerintah katanya defisit anggaran belanja negara, tapi sekarang kok menkopolhukam aneh-aneh mau bentuk basinas, belum lagi mau bentuk badan-badan lainnya,satuan tugas lainnya, bagi saya itu pemborosan anggaran belanja negara yang pada akhirnya rakyat yang dibebankan dan "dicekik" serta "dihisap darahnya" untuk membayar ini dan itu melalui pajak ini dan itu, rakyat sudah susah jangan dibuat tambah susah ! jurang kaya dan miskin makin dalam dan makin lebar jangan dibuat jurang baru.
Optimalkan institusi-institusi yang ada dengan penambahan peralatan dan anggaran yang memadai untuk institusi-institusi yang berkompeten, daripada membuat badan atau lembaga baru, toh tujuannya satu untuk penegakan hukum mengatasi kejahatan cyber / dunia maya, serahkanlah semua pada ahlinya ! Demikian semoga bermanfaat.
(Nicholay Aprilindo : Alumnus PPSA XVII Lemhannas RI/ Pengamat Politik, Hukum dan Keamanan)

