
IDNUSA - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Agus Suradika menghadiahkan sebuah puisi hasil karyanya sendiri untuk Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono sebagai tanda perpisahan.
Puisi tersebut berjudul 'Aku Dibikin Malu' dan dibacakan di hadapan puluhan ribu pegawai pemerintahan Provinsi DKI Jakarat, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).
Berikut lirik puisi tersebut:
Aku dibikin malu
Tiga bulan, hanyalah tiga bulan lebih sedikit hari aku bersama sosok unik dan kurang meyakinkan.
Model begini, bisa memimpin Jakarta ? walau hanya tiga bulan.
Sungguh, awalnya aku ragu dengan kemampuannya.
Masalah kemacetan, genangan, OPD baru, Pilkada, Netralitas Birokrasi, demo buruh, APBD, tenaga honorer dan setumpuk persoalan krusial lainnya.
Aduh......, apa iya beliau akan mampu ?
Aduh....., aku dibikin malu
Ternyata,
Sosok ini, begitu banyak pengalamannya,
Dalam penghayatannya, peduli, santun, berani, tanggung jawab, humoris, pandai lobi dan komunikasi serta banyak gagasan briliannya.
APBD tepat waktu,
sebelum ayam berkokok, APBD sudah ketok palu.
OPD baru selesai,
Penempatan pejabat, berjalan mulus.
Netralitas birokrasi?
Kata orang ada tujuh kepala SKPD yang dicurigai. Mana? Sebut nama!! sampai saat ini gak ada bukti tuh!!
Rapat di kereta?
Bagaimana mungkin bisa rapat di kereta?
Ngaco aja ini gagasan...,
Begitu aku dengar percakapan banyak pihak.
Jalan keretanya aja gujlak-gajluk gujlak-gajluk, malam hari pula.
Halah ...., gak mungkinlah rapat,
bilang aja kalau ingin piknik ke Yogya.
Aduh..., aku dibikin malu lagi
Ternyata, beneran tuh rapatnya
Bahkan salah satu media nasional melaporkan berita khusus 'rapat di kereta'.
Memang sih, tampang pejabatnya pada ngantuk semua, tapi outputnya jelas dan konkret.
Hey mana itu kepala BKD? Jangan Koes plus-an terus.
DKI sudah punya belum lagu mars DKI?
Hadeh..., ini orang bikin aku malu lagi,
370 tahun lebih, Jakarta ada,
71 tahun lebih, Indonesia merdeka, dan Jakarta gak punya lagu mars?
Agar tidak malu, ku buatlah sejadi-jadinya Mars DKI.
Jakarta jaya warga bahagia, damai sejahtera
Jakarta aman, semua nyaman, maju dan jaya DKI Jakarta.
Begitulah, penggalan lirik yang ku buat.
Kepala BKD, Pak Sekda, Asisten Kesra, orang Betawi kan.
Aduh, mau bikin malu apalagi ini orang?
Mana pergub ikon betawi?
Ampun, ternyata walau bukan orang Betawi, (katanya sih orang Jawa Timur), beliau sangat mencintai Budaya Betawi.
Hari berganti, minggu berlalu, bulan pun berakhir
3 bulan aku dibikin malu,
Akhirnya biar aku beri hadiah pantun untuk beliau
Bang Husni Thamrin pahlawan Jakarta
Bung Tomo gagah berani
Walau hanya tiga bulan memimpin Jakarta, Sungguh berkesan kepemimpinan Bang Soni.
Terima kasih Bang Soni, atas tiga bulan kebersamaan yang telah diberikan.

