
IDNUSA - Koordinator Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut Heriansyah menyebutkan larangan aksi 11 Februari atau 112 besok adalah bentuk intimidasi. Tak ada alasan polisi mengeluarkan aturan menghalanginya.
“Apa dasar mereka melarang kita. Masa tenang itu tiga hari sebelum Pilkada. Kita kan di luar itu. Dan tajuknya jalan santai. Itu hanya bentuk persaudaraan kita yang memuncak, apa hubungannya sama Pilkada. Itu kan intimidasi,” ujar Heriansyah, Kamis (9/2).
Heriansyah menilai, mestinya polisi mengawasi aksi yang didominasi oleh umat muslim. Tidak ngotot melarang aksi itu berlangsung.
“Air mengalir kalau ditahan, energinya akan berlipat ganda ketika lepas, tidak terkendali. Lebih bagus diiringi, diikuti daripada diintimidasi,” ujar dia. Menurutnya, hingga Kamis (9/2) sudah ribuan warga Sumatera Utara yang mendaftar dan berangkat ke Jakarta. Heriansyah yakin, angka itu terus meningkat kendati Polda Metro Jaya melarangnya.
“Kita tetap pergi, kita nggak akan mundur. Nampaknya harus ada tekanan yang kuat kepada penyelenggara negara,” ujar Heriansyah. (ki)

