
IDNUSA - Dalam sejumlah survei di media sosial Twitter, pasangan calon gubernur DKI nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, selalu menang. Bahkan, di akun lawan politik sekalipun, polling menunjukkan bahwa pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu unggul.
Di akun MetroTV, yang pemiliknya mendukung Ahok-Djarot. misalnya, yang memiliki follower 9.8 Juta, AniesSandi unggul dengan 49%, disusul Ahok-Djarot (41%), dan Agus-Sylvi (10%). Netizen yang melakukan voting sebanyak 17.937.
Keunggulan Anies-Sandi juga terjadi pada polling yang digelar beberapa media nasional lewat Twitter. Di akun Twitter sejumlah selebriti, Anies-Sandi bahkan jauh mengungguli lawan-lawannya.
Di akun penyanyi idola anak muda, Vidi Aldiano, yang memiliki follower sebanyak 8.6 juta, AniesSandi memperoleh 52%, disusul Ahok-Djarot 42% dan sisanya Agus-Sylvi, dengan pemilih sebanyak 5052. Sementara itu, di akun presenter Indra Bekti, Anies-Sandi mendapatkan 69%, Ahok-Djarot 28%, dan Agus-Sylvi hanya 3%. Indra Bekti memiliki 4.3 juta pengikut, dengan jumlah netizen yang memilih sebanyak 1662.
Jika kilas balik ke Pilpres 2014, pasangan Prabowo-Hatta, pun didukung oleh Gerindra dan PKS, juga selalu unggul dalam survei di media sosial Twitter. Indeks Digital yang melansir hasil survei lalulintas percakapan di media sosial Twitter dengan kemampuan memisahkan antara akun asli dan akun robot saat itu menggunggulkan Prabowo-Hatta dengan perolehan 51,322 persen dan Jokowi 48,678 persen. Survei ini dirilis 5 hari menjelang pecoblosan pada 9 Juli 2014.
Untuk mendongkrak suara Anies-Sandi pada Pilkada DKI kali ini, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga harus turun gunung. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menyakinkan kalau partainya kali ini tidak akan salah dalam mengusung Anies dan Sandiaga, menyindir Ahok yang dulu diusungnya.
"Sebaiknya kita memilih pasangan calon nomor tiga. Kita sudah cari Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Kali ini kita sudah enggak salah. Yang dulu ya sudah, gue minta maaf deh. Maksud kita baik, tapi begitu jadinya," mengutip pernyataan Prabowo saat menjadi juru kampanye Anies dan Sandiaga Jakarta Timur kemarin.
Karakter pemilih Anies-Sandi dan Prabowo-Hatta dapat dikatakan mirip, kebanyakan dari kalangan kelas menengah Muslim yang memungkinkan mayoritas mereka memiliki akses terhadap media sosial Twitter. Sehingga, banyaknya klik di Twitter untuk Anies tidak dapat dijadikan referensi keunggulan aktual suara Anies-Sandi, mengingat mayoritas warga Jakarta tidak memiliki akun Twitter.
Kedua, survei yang dilakukan Litbang Kompas pada kurun 1-15 Desember 2016, yang mengukur tingkat loyalitas pendukung Anies-Sandi, juga bisa dijadikan pengamatan. Menurut hasil riset, loyalitas pendukung Anies-Sandi adalah yang terendah dibandingkan dengan dua pasangan lain, dengan 54,5%. Sebaliknya, tingkat keragu-raguan pendukung mereka adalah yang paling tinggi, sebesar 26,3%. Responden yang disurvei diambil dari Daftar Pemilih Tetap Sementara yang ada di KPU, dengan tingkat kepercayaan riset 95 persen.
Dalam beberapa survei tentang elektabilitas calon dalam beberapa minggu terakhir, Anies-Sandi selalu menempati ranking terbawah, menjadi bukti tambahan bahwa polling Twitter tak bisa menjadi parameter. Dengan beberapa pencermatan, Anies-Sandi berpotensi besar mengulang apa yang terjadi pada Prabowo, kecuali ada tindakan-tindakan taktis yang dapat mendongkrak elektabilitas keduanya. (rn)

