
IDNUSA - Meski sudah memasuki masa tenang, namun kampanye hitam dan fitnah terus dilakukan terhadap pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mohamad Taufik mengatakan, upaya fitnah dan kampanye hitam ke Paslon nomor tiga tersebut semakin Massive (Besar-besaran;red).
Hal itu terlihat saat ditemukannya dua truk yang berisi 900 ribu lembar selebaran yang berisi kampanye hitam Anies-Sandi. "Itu ditemukan Panwas (panitia pengawas). Dan itu sudah jelas," ujar Taufik di Posko pemenangan Anies-Sandi, Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).
Taufik mengaku kaget ketika mengetahui ada 900 ribu selebaran kampanye hitam. Dengan temuan itu, bagi Politisi Gerindra ini, justru mengkonfirmasi kekhawatiran selama ini bahwa terdapat berbagai upaya kecurangan dalam Pilgub kali ini demi menjegal Anies-Sandi.
"Apalagi saat ini pemerintah sedang berusaha memerangi hoax dan fitnah," ujar dia.
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu menyatakan bahwa upaya fitnah melalui selebaran itu merupakan puncak dari rangkaian fitnah yang diterima oleh pasangan Anies-Sandi.
Fitnah terhadap Anies ditemukan dari soal paham keagamaan sebagai syiah atau wahabi. Lalu juga tuduhan aktif dalam Jaringan Islam Liberal (JIL), tuduhan poligami, korupsi Tunjangan Profesi Guru 23 triliun dan berbagai tuduhan lainnya. Sebagian ditemukan di media sosial, dalam bentuk selebaran gelap atau pesan berantai melalui WA.
Wakil Ketua DPRD ini juga meminta agar temuan itu ditindaklanjuti dengan seksama dan serius. Dia pun menggambarkan skala dari fitnah ini. Apabila satu lembar dibaca oleh 10 orang maka yang membaca jumlahnya 9 juta orang.
"Itu jumlah yang tidak sedikit, lebih banyak dari jumlah pemilih yang ada di Jakarta" tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Presidium KAHMI Jaya itu menambahkan, pihaknya mengimbau kepada semua pihak untuk menghentikan upaya fitnah tersebut.
Taufik menduga bahwa fitnah tersebut tidak hanya menyerang Anies-Sandi, tetapi juga menyasar keluarga paslon nomor urut 3. Karenanya, Taufik meminta kepada semua pihak, terutama pemerintah, untuk memastikan bahwa Pilgub DKI diselenggarakan secara jujur dan adil.
"Mari jadikan Pilgub DKI jujur, adil dan bermartabat," pesan dia. (ts)

