logo
×

Selasa, 28 Maret 2017

Menteri Puan Bicara Peran Muslimat NU Dalam Pembangunan Indonesia

Menteri Puan Bicara Peran Muslimat NU Dalam Pembangunan Indonesia

IDNUSA, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, tampak hadir di peringatan Harlah Muslimat NU ke-71 di Masjid Istiqlal. Dalam sambutannya, Puan mengatakan, peran Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam pembangunan bangsa Indonesia sangat besar. Selain menjaga keutuhan bangsa, muslimat NU juga dinilai konsisten mengisi pembangunan dengan langkah nyata.

"Dalam mengisi pembangunan, Muslimat NU punya taman pendidikan Alquran, Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal, koperasi, panti asuhan, klinik kesehatan, dan banyak lagi. Ini menunjukkan betapa besarnya peran Muslimat NU bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," ujar Puan saat memberi sambutan, Selasa (28/3).

Menurut Puan, acara ini sangat penting dihadiri karena bisa bertemu dengan ribuan ibu-ibu dan kaum perempuan kader Muslimat NU. Bukan hanya itu, dia menilai dengan peringatan Muslimat NU ini, dirinya bisa merasakan Masjid Istiqlal yang agung dan megah disesaki para perempuan NU yang kuat dan toleran.

Putri dari Presiden ke-5 RI ini menambahkan jika peran dan kontribusi NU sangat besar dalam sejarah perjuangan bangsa, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan, terutama dalam pemberdayaan masyarakat. Bahkan diakuinya, NU mempunyai hubungan dekat dengan Presiden RI pertama Soekarno.

Di mana, pada Muktamar Alim Ulama se-Indonesia tahun 1953 di Cipanas, diputuskan untuk memberi gelar kepada Soekarno sebagai Waliyul Amri Dharuriy bis-Syawkah (Pemimpin Pemerintahan yang berkuasa dan wajib ditaati). Bila dipandang dari sudut nasionalisme, NU dan Soekarno selalu menempatkan kepentingan nasional, kepentingan bangsa di atas kepentingan orang-perorang, kelompok atau golongan.

Sehingga menurut Puan, dukungan NU kepada Bung Karno juga dicatat dalam sejarah dengan dikeluarkannya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 di bawah komando KH Hasyim Asy'ari yang mewajibkan segenap umat Islam, khususnya warga NU untuk berperang melawan sekutu.

"Peranan perempuan NU sangat besar dirasakan bagi bangsa Indonesia. Muslimat NU misalnya telah melantik laskar anti narkoba. Menjaga perempuan dan anak-anak dari ancaman bahaya laten narkoba yang merusak masa depan bangsa," beber Puan.

Puan menyatakan sebagai organisasi, Muslimat NU akan terus berkomitmen mengemban tugas dan peran keagamaan dan kemasyarakatan. Dikatakan dia, NU merupakan wadah untuk membangun pemikiran-pemikiran yang memperkuat dan menjaga kesatuan dan persatuan umat Islam serta seluruh komponen bangsa Indonesia.

Untuk itu, Puan menegaskan jika peran dan partisipasi aktif Muslimat NU pada saat ini sangatlah penting dalam menghadapi persoalan bangsa saat ini, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Mengingat pentingnya posisi Muslimat NU dalam pembangunan kemanusiaan, saya berharap Muslimat NU tetap menjadi garda terdepan dalam pembangunan manusia menuju yang lebih baik," tuntas Puan mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan saat ini Ibu Pertiwi tengah bersedih karena bangsa Indonesia dirusak oleh narkoba, pornografi, kekerasan, dan berbagai perilaku negatif lainnya. Maka itulah, Muslimat NU mengajak jangan sampai masyarakat tergoda bahaya narkoba, pornografi dan kejahatan lainnya. Muslimat NU tegas dan konsisten untuk selalu menjaga keutuhan NKRI dengan aksi nyata.

"Muslimat NU menjaga NKRI dengan bertindak dalam bentuk menghidupkan 144 Panti Asuhan, 16.300 Taman Kanak-Kanak/Raudlatul Athfal, 16.600 Taman Pengajian Al-Qur'an, serta 59.600 daiyah majelis taklim," ujar Khofifah.

Selain Puan dan Khofifah, dalam acara ini turut hadir sejumlah tokoh antara lain Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nazarudin Umar, Istri Presiden RI ke-4 Shinta Nuriah Abdurrahman Wahid, serta lebih dari 20.000 pengurus dan anggota Muslimat NU yang berasal dari seluruh Indonesia. (mdk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: