logo
×

Kamis, 06 April 2017

Ini Pengakuan Ahok Soal Wi-Fi Al Maidah dengan Password Kafir

Ini Pengakuan Ahok Soal Wi-Fi Al Maidah dengan Password Kafir

IDNUSA, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan alasan penggunaan nama Wifi di Balai Kota DKI Jakarta yang kemudian sempat dipermasalahkan sejumlah pihak.

Wifi itu dipermasalahkan karena menggunakan username 'Al-Maidah' dan password 'Kafir'.

Hal itu bermula ketika ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) menambahkan barang bukti video Wi-Fi tersebut kepada majelis hakim. Jaksa sempat memutarkan video tersebut di dalam persidangan.

Ahok beralasan saat itu dirinya ingin membangun halaman masjid agar dapat digunakan sebagai ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA).

"Dalam konteks itu, saya ingin DKI beli lahan yang besar supaya ada halaman depan masjid untuk dibangun RPTRA," kata Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017)

RPTRA itu rencananya dilengkapi dengan fasilitas Wifi. Ide penggunaan username 'Al-Maidah' itu dikarenakan Ahok berkeinginan siapapun yang ingin memakai fasilitas RPTRA itu harus bisa membaca Alquran. Salah satu surat yang selalu ia ingat adalah surat Al-Maidah, mengacu pada pengalamannya di Pilkada Bangka Belitung 2007.

"Tapi dibuat persyaratan kalo mau main di taman harus bisa baca Alquran didalam. Kebetulan saya ingat surat Al-Maidah 51," jelasnya.

Sementara untuk password yang menggunakan kata 'kafir' Ahok hanya ingin menyindir pihak-pihak yang kerap melakukan demo di depan Balai Kota pasca dirinya dilantik sebagai Gubernur pengganti Joko Widodo 2014 silam.

"Passwordnya saya bilang 'kafir', untuk menyindir mereka," kata Ahok.

Pernyataan Ahok tentang Wifi tersebut direkam dan diunggah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ketika Ahok sedang rapat pimpinan bersama pejabat SKPD DKI. (ar)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: