NUSANEWS, JAKARTA - Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto mengatakan selain menggerebek salah satu rumah mewah di Pondok Indah, Jakarta.
Penggerebekan yang sama juga dilakukan di Surabaya, Bali dan Batam dengan modus yang sama.
“Hasil koordinasi kita dengan rekan-rekan di Surabaya dan Bali kelompok ini satu jaringan,” kata Didik di Jakarta, Minggu (30/7).
Didik mengatakan, nantinya polisi juga akan menyelidiki lebih dalam, apakah ada keterlibatan warga Indonesia yang menyewakan tempat untuk para WNA Tiongkok tersebut.

“WNI yang menyediakan tempat. Info yang kita peroleh tempat ini dikontrak seseorang dan orang tersebut sedang kita cari. Apakah orang yang menyediakan ini terlibat dalam tindak pidana ini atau tidak,” jelas Didik.
Seperti diketahui, Bareskrim Polri total menggerebek empat titik secara bersamaan.
Di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan saja, 29 warga WNA asal Tionkok berhasil diamankan.
“Ini yang di Jakarta. Ada juga tim kami bergerak di Batam, Bali dan Surabaya. Tim pecah ke semua lokasi,” kata dia.
Didik menjelaskan, dari tiga lokasi lainnya, selain di Pondok Indah, Jakarta, pihaknya belum mengetahui jumlah pasti tersangka yang diamankan.
“Saat ini kami masih kerja, belum tahu berapa banyak dan barang buktinya,” katanya.
Dia menuturkan untuk tim yang di Surabaya itu ada empat titik penggerebekan.

“Dapat info untuk titik pertama itu 42 (pelaku), titik kedua 39 (pelaku), sisanya belum dapat info,” tutupnya.
Dalam penggerebekan di Perumahan Puri Bendesa, Mumbul, Kelurahan Benua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, polisi menangkap total 31 orang.
Rinciannya 17 orang warga Tiongkok, 10 orang warga Taiwan dan ada 4 orang warga Indonesia. (ps)



