
NUSANEWS - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengabadikan momen saat dirinya mengunjungi PT Freeport terkait Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan untuk menanyakan beberapa hal ke perusahaan tambang itu.
Diantaranya soal tanggung jawab Freeport terkait lingkungan hingga nasib ribuan karyaan yang di PHK sepihak.
"Tim Pengawas @DPR_RI Otsus Papua menanyakan beberapa hal pada PT Freeport, mulai dari tindak lanjut kesepakatan Pemerintah RI dan PT Freeport, terkait tanggung jawab pelestarian lingkungan, hingga persoalan nasib 3340 pekerja yang dirumahkan."
Tim Pengawas @DPR_RI Otsus Papua menanyakan bbrp hal pd PT Freeport, mulai dri tindak lanjut kesepakatan Pemerintah RI dan PT Freeport, terkait tgg jwb pelestarian lingkungan, hingga persoalan nasib 3340 pekerja yg dirumahkan. pic.twitter.com/4fqMvzIr0O— Fadli Zon (@fadlizon) 15 Maret 2018
Menanggapi hal tersebut, akun yang menamakan dirinya sebagai @papua_satu mengatakan jika Fadli Zon salah alamat.
" Pace ko salah alamat eee
Yg jadi korban itu @rachmawatin468 dan 8000 orang lainnya bukan @IDFreeport
Heran deng pace satu ini
#korbanphkfreeport"
Pace ko salah alamat eee— Papua Satu (@papua_satu) 17 Maret 2018
Yg jadi korban itu @rachmawatin468 dan 8000 orang lainnya bukan @IDFreeport
Heran deng pace satu ini#korbanphkfreeport https://t.co/zM0MOYKqUb
Menurut penelusuran Tribunwow.com, sejumlah 3.340 pekerja Freeport yang menganggur terjadi pada bulan Maret 2017.
Sedangkan kasus yang terbaru menimpa pekerja Freeport adalah ketika Freeport mencabut BPJS Kesehatan sebanyak 8.300 karyawan hingga ada yang dirumahkan.
Berikut cuitan terkait #korbanphkfreeport
@FrankyPatinggi: Time will show the real individual & or institution that really care about us 8300 #KorbanPHKFreeport victim of illegal termination from workers status of PT Freeport Indonesia, Privatization & Contractors Company. 11 months, 20 died, safety insurance & bank account was blocked.
Time will show the real individual & or institution that really care about us 8300 #KorbanPHKFreeport victim of illegal termination from workers status of PT Freeport Indonesia, Privatization & Contractors Company. 11 months, 20 died, safety insurance & bank account was blocked.— Franky Patinggi (@FrankyPatinggi) 16 Maret 2018
@LarkoDwee: Kenapa tdak ada realisasinya??? @DPDRI @fahiraidris @KomisiIX @lokataru_id @DPR_RI sdah berlarut2 skrg bru muncul lgi ke permukaan ada apa...?? #korbanphkfreeport
Kenapa tdak ada realisasinya??? @DPDRI @fahiraidris @KomisiIX @lokataru_id @DPR_RI sdah berlarut2 skrg bru muncul lgi ke permukaan ada apa...?? #korbanphkfreeport pic.twitter.com/GqwDWtHXNO— Larko Dwee (@LarkoDwee) 12 Maret 2018
Diberitakan sebelumnya, Fadli Zon memimpin rombongan 20 anggota DPR ke Papua.
Fadli Zon menjelaskan jika agenda kunjungannya kali ini ke lokasi tambang Freeport di Tembagapura Papua.
Dalam postingan yang diunggahnya, Fadli Zon bersama para anggota DPR lainnya juga tampak bertemu dengan para petinggi Freeport.
Hal itu menurutnya dilakukan untuk memantau langsung seperti apa kondisi di Freeport, setelah banyak laporan-laporan yang masuk ke DPR.
Fadli Zon juga mengatakan jika pihaknya akan menyerap aspirasi rakyat yang ada di Tembagapura.
Sementara itu, pertemuannya dengan jajaran direksi Freeport adalah untuk menerima informasi dan masukan dari berbagai pihak yang nantinya akan digunakan untuk mengkaji persoalan-persoalan yang ada.
SUMBER

