logo
×

Kamis, 29 Maret 2018

Datangi Kantor Wiranto, Kivlan Zein Bicara Soal PKI

Datangi Kantor Wiranto, Kivlan Zein Bicara Soal PKI

NUSANEWS - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Pur) TNI Kivlan Zein menyambangi kantor Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kamis 29 Maret 2018. Usai pertemuan, Kivlan mengaku memberi masukan untuk Dewan Keamanan Nasional (DKN), yang juga berlokasi di kantor Kemenkopolhukam, mengenai persoalan masa lalu, termasuk soal Partai Komunis Indonesia atau PKI.

"Saya menyampaikan saran bahwa nanti DKN ini bekerja mengundang dari pihak terlibat, misalnya orang-orang keluarga eks PKI, keluarga korban-korban PKI, Permesta dan lain-lainnya. Kita rembuk bagaimana kita melupakan dosa lama kita, menuntaskan kita punya permasalahan yang lama," kata Kivlan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, seperti dilansir Viva.co.id.

Rembuk ini dipandang perlu agar semua pihak saling memaafkan dan tidak lagi mengungkit masalah-masalah lama tersebut. Bahwa yang saat ini, menurut Kivlan, hanya menjadi korban saja dari masa lalu.

"Korban PKI, PRRI/Permesta atau DI TII semua keluarga berkumpul. Kita buka kartu dan mengatakan bahwa kita adalah korban sejarah, jadi supaya nanti semua rukun," kata Kivlan.

Menurut dia, semua pihak punya pelanggaran yang dilakukan, contohnya PRRI Permesta yang menurutnya ingin mendirikan negeri sendiri. Maka dengan DKN ini, Kivlan menilai semua ingin menyudahi persoalan masa lalu itu, dan kembali bersatu.

Meski memberi masukan kepada DKN, Kivlan mengaku bukan menjadi bagian dari lembaga tersebut.

"Saya cuma menyarankan saja. Urusan dimasukkan saya nggak tahu tapi saya siap kok negara supaya damai," katanya.

Kivlan Zein adalah salah satu purnawirawan jenderal yang lantang mengingatkan soal kebangkitan PKI. Kivlan bahkan tak segan-segan menuding kelompok atau partai tertentu.

Awal bulan ini, Kivlan menyebut PKI saat ini difasilitasi orang-orang yang saat ini berada di  lingkaran kekuasaan, terutama PDI Perjuangan.

Ia mengaku telah memegang bukti kedekatan PKI dengan partai berlambang 'banteng' moncong putih itu tersebut.

"Ini baru dukungan di dalam negeri. Dukungan luar negeri mereka ke China. PDIP itu pengaderan ke China, tanda tangan acara untuk kerja sama PDI P dan partai PKI di dalam pengkaderan. Setiap bulan orang-orang China datang ke kantor di (DPP PDIP) Diponegoro," kata Kivlan saat menghadiri diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Maret 2018.

Selain itu, Kivlan juga mengungkapkan bahwa peristiwa rentetan penyerangan terhadapa ulama belakangan ini ialah rekayasa yang dibuat seperti PKI pada masa lampau. Tujuannya adalah menciptakan teror, ketakutan, serta adu domba antarmasyarakat sehingga dapat mudah merebut kekuasaan.

Kivlan mengatakan, kelompok komunis itu punya misi meraih kekuasaan di tahun 2019. "Jadi suasananya mendekati itu," kata dia. "Itu nyata," dia menegaskan.

Kivlan menambahkan, sejumlah kader PDIP juga punya hubungan dengan PKI. Ia menyebut, kader seperti Rieke Diah Pitaloka, Budiman Sudjatmiko, Ribka Tjiptaning dan Eva Kusuma Sundari. "Itu pengakuan mereka sendiri," kata Kivlan.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: