
NUSANEWS - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku siap untuk menggugat Peraturan Presiden (Perpres) No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Mahkamah Agung (MA).
Hal itu dikatakannya saat berorasi di atas mobil komando di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/5).
"Saya telah menyatakan kesetiaan saya untuk mewakili pekerja [menggugat] ke jalur pengadilan, ke MA, dan kita mohon MA membatalkan Perpres No. 20/2018 yang nyata-nyata bertentangan dengan UUD 45 dan aspirasi rakyat Indonesia. Hidup buruh!," serunya, disambut keriuhan peserta demo.
Yusril, yang juga pendiri kantor advokat Ihza & Ihza Law Firm, meminta tidak ada pihak yang mengintervensi upaya gugatan itu. Hakim Agung MA pun didorong untuk dapat objektif dalam memutusnya.
"Kalau pemerintah enggak bersedia membatalkan, tapi semoga MA yang bisa membatalkan. Kita berjuang secara damai, saya senang bisa mengikuti ini, saya akan membantu perlawanan melalui jalan-jalan hukum," ucap dia.
Yusril mengakui sudah ada aturan-aturan sebelumnya yang mempermudah TKA masuk ke Indonesia. Namun, Perpres itu membuat TKA makin mudah masuk dengan alasan kemudahan investasi.
"Terus dipermudah lagi, dipermudah lagi," cetusnya.
Berorasi dari atas mobil komando di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, memenuhi permintaan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia untuk menjelaskan uji materil Perpres No 29/2018 tentang TKA ke Mahkamah Agung. Saya menjadi lawyer buruh untuk menguji materil Perpres tsb. pic.twitter.com/dllpqm8qYU— Yusril Ihza Mahendra (@Yusrilihza_Mhd) 1 Mei 2018
Sementara, masih banyak pengangguran dan warga miskin di Indonesia. Ia tak mempermasalahkan keberadaan TKA selama itu dibatasi dalam level manajer, tak perlu sampai tingkat buruh kasar.
"Mengapa protes terhadap TKA masuk [ke Indonesia] tapi kita juga mengeskpor TKI? Masalahnya mereka [negara pengimpor TKI] yang butuh. Kita enggak butuh [TKA]. Kalau kita enggak butuh ngapain dipaksakan? Pemerintah dan Presiden harusnya berpihak pada rakyat," serunya.
Seusai berorasi itu, Yusril dan para peserta demo beranjak dari depan Istana menuju Istora Senayan, Jakarta.
SUMBER
"Mengapa protes terhadap TKA masuk [ke Indonesia] tapi kita juga mengeskpor TKI? Masalahnya mereka [negara pengimpor TKI] yang butuh. Kita enggak butuh [TKA]. Kalau kita enggak butuh ngapain dipaksakan? Pemerintah dan Presiden harusnya berpihak pada rakyat," serunya.
Seusai berorasi itu, Yusril dan para peserta demo beranjak dari depan Istana menuju Istora Senayan, Jakarta.
SUMBER

