
NUSANEWS - Dua bocah tewas saat antre sembako di Monas, Jakarta mendapat perhatian konsultan politik dan tokoh media sosial, Denny JA. Bahkan, pendiri lembagai survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) itu membuat puisi.
Kejadian anak tewas di Monas terjadi di tengah penyelenggaraan pesta rakyat Untukmu Indonesia pada Minggu (29/4). Dalam acara itu diadakan pembagian sembako secara gratis.
Berikut puisi Denny JA yang menceritakan tentang anak tewas di Monas:
Bocah Itu pun Tewas Ketika Antri Sembako di Monas
Denny JA
Ibu, maafkan aku.
Aku ke Monas, tak ijin ibu.
Aku ingin buat kejutan.
Pulang membawa beras (1)
Sejak lama aku sedih.
Kadang aku menangis.
Aku lihat ibu semakin susah
Walau ibu menyembunyikannya.
Aku tahu itu soal beras.
Sengaja aku makan sedikit saja.
Kadang cukup dua kali sehari.
Aku ingin membantu
dengan caraku sendiri.
Menghemat sembako.
Kemarin ada kupon.
pembagian beras di Monas.
Aku bahagia sekali.
Aku juga tak lapor ke Pak RT (2)
Aku ajak temanku,
Ia juga ingin buat kejutan
Hadiah Indomie untuk ibunya.
Aku 12 tahun,
Temanku 10 tahun,
Tapi, asyik,
Kecil- kecil sudah bisa dapat beras,
dapat indomie.
Gratis!
Kami jingkrak berpelukan.
Kami bayangkan betapa ibu akan senang.
Tapi di Monas ramai sekali, Ibu.
Aku di tengah kerumunan.
Badanku kecil.
Sesak nafasku.
Aku menangis memanggil namamu:
“Ibu…”
Tak ada yang peduli
Semua sibuk berebut beras
Semua sibuk ambil Indomie
Badanku lemas, Ibu.
Aku panggil lagi namamu;
Ibuuuuuuuuuu…
Aku pingsan (3).
Temanku lebih dulu pingsan.
Lalu,
Aku terbang ke udara.
Dari jauh kulihat badanku sendiri.
Kata orang aku sudah mati.
Temanku juga mati.
Ia terinjak- injak mereka yang antri (4)
Ampun Ibu,
Aku menangis sekeras-kerasnya
Maafkan aku.
Aku ingin buatmu bahagia.
Memberimu hadiah beras
Tapi bukan beras mengejutkanmu.
Aku malah tak lagi bisa memelukmu.
Ibu malah kehilanganku
Maafkan aku, Ibu
Maafkan aku
Tak bisa pulang membawa beras.
Mei 2018
Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengatakan sudah mendengar informasi tersebut dari Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Atas dasar itu pula, pihaknya akan melakukan penyelidikan guna mengungkapkan penyebab kematian dua orang itu.
“Saya baru mendengar dari pernyataan wakil gubernur ya, nanti akan kita cek kita minta Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan, kejadian seperti apa, korban dimana posisinya, meninggalnya karena apa, pasti kan harus dicek ya,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (1/5).
Acara tersebut bahkan kabarnya tidak mempunyai izin dan hanya mencatut nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam penyelenggaraan. Sehingga, pihak kepolisian akan mencari tahu kisruh acara Untukmu Indonesia.
“Nanti kita lihat perkembangannya sambil kita mengumpulkan seluruh bahan keterangan informasi terkait kejadian itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya dua orang yang diketahui bernama Mahesha Junaedi dan Adinda Rizki.
“Adanya dua korban yang mesti kehilangan nyawanya yaitu saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi, Adinda Rizki,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/4) malam.
Sandiaga mengatakan kasus itu akan diinvestigasi. Saat ini, dia sedang berkoordinasi dengan panitia acara untuk tindak lanjutnya dan bagaimana langkah tanggungjawab panitia. “Sangat kita sayangkan,” tandasnya.
SUMBER

