
NUSANEWS - PERGANTIAN pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah menjadi pembicaraan publik di media sosial.
Terlebih sosok Rustam Effendi, salah satu pejabat kontroversial era Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.
Rustam diketahui merupakan mantan Wali Kota Jakarta Utara yang mengundurkan diri pada 25 April 2016.
Sebabnya, desas desus pejabat teras Balaikota DKI Jakarta memojokannya karena dinilai lambat menangangi sejumlah permalahan di ilayah Jakarta Utara.
Namun, seiring dengan pergantian tampuk kepemimpinan, Rustam dipilih pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno.
Terhitung sejak Kamis (6/7/2018), Rustam resmi menduduki jabatan Wali Kota Jakarta Barat menggantiklanm Anas Effendi.
Penagngkatan Rustam kembali pun dikomentari netizen, khusunya Ahokers-pendukung Ahok.
Salah satunya akun bernama @Defree yang menyebut alasan penganngkatan Rustam untuk menyesuaikan kinerja Anies-Sandi yang lambat.
"Menyesuaikan dengan cara kerja Gubernur. Kalau gubernur gak cepat, perlu walkot yg gak cepat juga," tulisnya nyinyir.
"Sy sih percaya sama Pak Ahok aja karena beliau gak mungkin bohong," ungkap Deasi Sunarto lewat @d_e_rajendra menambahkan.
Sementara Nelson Siahaan lewat akun @nelsonsiahaan76 menyebut pejabat yang dipilih Anies adalah orang yang tidak becus pada era kepemimpinan Ahok.
"Hahahahaha....ketauan deh kenapa ganti walkot....yg dipake pejabat2 yg ngga becus di era pak ahok...," tulisnya.
"Apa tidak ada seorangpun yang punya kualitas sebagai calon wali kota dari sekian banyak anggota TGUPP.?," tanya @sugionotj.
"Yang penting jalan tuk nyapres ada...," balas Asep Suwarno lewat akun @AsepSuwarno77. (dwi)
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno merombak jabatan eselon II, termasuk Wali Kota Jakarta, antara lain:
1. Rustam Effendi sebagai Wali Kota Jakarta Barat
2. M Anwar sebagai Wali Kota Jakarta Timur
3. Marullah Matali sebagai Wali Kota Jakarta Selatan
4. Bayu Meghantara sebagai Wali Kota Jakarta Pusat
5. Syamsudin Lologau sebagai Wali Kota Jakarta Utara
6. Husein Murad Bupati sebagai Kepulauan Seribu
7. Yusmada Faizal sebagai Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI
8. Edi Sumantri sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD)
9. Tuty Kusumawati sebagai Kadis Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI
10. Dian Ekowati sebagai Direktur RSUD Tarakan
11. Dhany Sukma sebagai Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil
12. Irmansyah sebagai Kepala Dinas Sosial
13. Michael Rolandi sebagai Inspektur pada Inspektorat Pemprov DKI
14. Zainal sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Sosial
15. Togi Asman Sinaga sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan
16. Gamal Sinurat sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Permukiman
17. Faisal Syafruddin sebagai Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Pemprov DKI
SUMBER

