
NUSANEWS - Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengungkapkan sejumlah permasalahan penting yang menghambat persatuan umat Islam. Hal itu dipaparkannya saat memberikan sambutan dalam Pertemuan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa ke-V di Hotel Grand Cempaka, Jakarta.
Dengan berbahasa Arab, Kiai Ma’ruf menuturkan bahwa dakwah dan persatuan umat Islam mengalami banyak tantangan. Mulai dari fanatisme kelompok dan kesukuan, aliran-aliran sesat, lemahnya ekonomi, politik, hingga kristenisasi.
“Kita perlu persatuan hakiki di negara maupun internasional. Kita perlu upaya untuk menumbuhkan keberagaman untuk kemajuan bukan justru menjadi pemicu perpecahan,” ungkapnya pada Selasa (03/07/2018) di hadapan 500 lebih da’i dan ulama dari mancanegara.
Kiai Ma’ruf berharap, para da’i memecahkan hambatan-hambatan tersebut. Oleh sebab itu, Pertemuan Ulama dan Dai ini dinilai memiliki urgensi yang besar untuk perkembangan dakwah dan persatuan umat Islam.
“Gerakan dakwah seharusnya mampu mengajak umat kepada ajaran Islam. Bukan justru memantik permusuhan dan perang di internal umat Islam itu sendiri,” sambungnya.
Sementara itu, para da’i menurut Kiai Ma’ruf diharapkan mampu mengatasi problem keumatan saat ini. Terutama di Indonesia, di mana lemahnya ekonomi umat menjadi alasan utama maraknya kristenisasi. Pasalnya, buruknya ekonomi telah membukakan pintu bagi gerakan-gerakan kristenisasi untuk mengucurkan dana bantuan dan membangun gereja di daerah-daerah terpencil.
“Adanya Kristenisasi, terkhususnya di timur Indonesia. Mereka bermasalah dalam menjalakan agama karena kondisi keuangan. Hal itulah yang membukakan pintu bagi non-Muslim, mereka membangun gereja dengan dana dari luar dan penjadi penghalang dakwah Islam,” tukasnya.
SUMBER

