logo
×

Minggu, 05 Agustus 2018

Viral Video Polisi Turun ke Jalan Tempeleng Pelajar yang Hendak Tawuran, Opini Netizen Terbelah

Viral Video Polisi Turun ke Jalan Tempeleng Pelajar yang Hendak Tawuran, Opini Netizen Terbelah

NUSANEWS - Sebuah video yang menggambarkan petugas polisi memukuli para pelajar yang mengendarai sepeda motor viral di media sosial.

Video yang diunggah Muhammad Helmi Rosyadi yang diunggah akun Facebook Muhammad Helmi Rosyadi, Sabtu (4/8/2018), memperlihatkan beberapa petugas polisi yang turun ke jalan menghadapi para pelajar.

Menurut pengunggah video, peristiwa itu terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur.

Seorang petugas berseragam memukul kepala dan badan beberapa pelajar yang naik sepeda motor. Dari video itu juga terdengar beberapa warga yang menonton menjerit ketika petugas itu memukul para pelajar.

“Secara pribadi saya menyesalkan tindakan oknum Kepolisian yg memukuli kepala siswa2 berseragam Pramuka & baju batik di baratnya Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Banyuwangi,” tulis Muhammad Helmi Rosyadi.

Menurut seorang netizen yang mengomentari video itu, para pelajar yang ditempeleng adalah pelajar SMK yang ingin menyerang siswa MAN.

“Puluhan anak SMK mau menyerang siswa MAN dengan cara mengendarai sepeda motor melawan arus sehingga menghambat dan membahayakan pengendara lain yg sesuai arus lalu lintas. Polisi menghadang menyuruh balik sesuai arus lalu lintas namun anak SMK tetap melawan arus lalu lintas. Sangat membahayakan sekali apa yg dilakukan anak SMK tsb pada dirinya maupun orang lain,” tulis Wong Lurus.

Rupanya, video ini menuai pro dan kontra. Pihak yang kontra beranggapan tidak seharusnya, petugas polisi melakukan kekerasan kepada para siswa.

Sedangkan pihak yang pro dengan tindakan polisi, beranggapan para pengendara motor yang salah dan tindakan fisik seperti itu masih dapat dimaklumi.

Beberapa netizen marah karena video ini beredar dan bahkan ada yang menuduh si pengunggah mencari popularitas.

Muhammad Helmi Rosyadi menanggapi dengan mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya ingin polisi bersikpa manusiawi.

“Saya sbg masy sipil (civil society) menginginkan kepolisian humanis & manusiawi. Karena kami cinta Kepolisian RI jd saya pribadi menentang tindakan "oknum" yg bertindak premanisme/main kekerasan,” tulisnya.

Percobaan tawuran yang melibatkan antar pelajar di Banyuwangi nyaris terjadi jika aparat kepolisian tidak bertindak dengan cepat. Mereka pun diciduk sebelum rencana itu terwujud.

Dikutip dari jatimnow.com, Kapolsek Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, sejak pagi, Jumat (3/8/2018) pagi pihaknya mengerahkan seluruh anggotanya untuk bersiaga di Jalan Adi Sucipto atau akses masuk menuju MAN Banyuwangi.

"Pemicunya ada ketersinggungan di Medsos antara anak SMK dengan anak Aliyah (MAN). Kemudian anak-anak SMK ini mengkoordinir temannya untuk ke Aliyah, makanya kita sebar anggota untuk PAM itu," paparnya.

Pasca ini, katanya, pihaknya akan memanggil para wali murid, kedua kepala sekolah yang bersangkutan untuk musyawarah di Mapolsek Banyuwangi.

Sedangkan untuk para siswa yang terjaring dan dibawa ke Mapolsek akan diminta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. "Sementara ini masih kita lakukan pembinaan kepada mereka," ujar Ali.

Sementara anggota kepolisian lainnya melakukan penyisiran di Stadion Diponegoro dan Gor Tawangalun Banyuwangi. Disitu pelajar dari SMK Gajah Mada tengah berkumpul.

"Tadi dari konvoi pelajar dan yang di GOR dan stadion 6 pelajar kita amankan," paparnya.

Sementara itu, ke enam pelajar yang diamankan ke Mapolsek Banyuwangi mengaku diberitahu teman-temannya bahwa ada siswa MAN yang menghina temannya di SMK.

Dari situ, kata salah satu siswa SC, sepakat membuat grup WhatsApp khusus. "Pulang sekolah kita diminta untuk berkumpul di GOR lalu ke Stadion untuk selanjutnya menuju ke MAN," katanya.

SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: