logo
×

Kamis, 18 Oktober 2018

Gak Terima Jokowi-Ma’ruf Bikin Iklan, Timses Prabowo-Sandi Lapor ke Bawaslu

Gak Terima Jokowi-Ma’ruf Bikin Iklan, Timses Prabowo-Sandi Lapor ke Bawaslu

NUSANEWS - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga nakal melaporkan iklan Jokowi-Ma’ruf di media massa nasional yang terbit hari ini ke Bawaslu RI.

Kubu koalisi opoisi itu menduga, iklan tersebut merupakan bentuk kampanye.

Koordinator Jurubicara BPN Ahmad Riza Patria menuding iklan tersebut jelas merupakan sebuah pelanggaran kampanye.

Sebab, jadwal kampanye di media massa dilakukan pada 23 Maret-13 April 2019.

“Semua pelanggaran akan kami laporkan ke Bawaslu sesuai aturan yang ada,” tegas Riza di Kantor KPU RI Menteng Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

Menurut anggota Komisi II DPR RI itu, seharusnya Jokowi selaku petahana memberi teladan dan contoh yang baik.

Namun yang terjadi, kata Riza, justru sebaliknya.

Mantan Wali Kota Solo itu justru mencontohkan kesalahan kampanye tidak pada tempatnya di mana berkampanye di media massa yang belum waktunya.

Meski begitu, dengan sedikit menyindir, Riza menganggap iklan maupun citra diri Jokowi di media massa sudah biasa.

Terlebih dalam media massa yang berafiliasi pada Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf.

“Kalau Pak Jokowi, Pak Ma’ruf Amin melakukan kampanye citra diri di lingkungan medianya, sudah biasa lah,” kata Ketua DPP Partai Gerindra itu.

Selain itu, ia juga menuduh bahwa media saat ini sudah tidak netral dan independen.

“Memang media ini banyak sekali yang tak netral dan independen, mendukung petahana dan Pak Jokowi. Kita harapkan media harus independen,” imbuhnya.

Diketahui, Jokowi dan Ma’ruf Amin diduga telah mencuri start waktu kampanye di media massa dengan beriklan di salah satu media nasional yang terbit hari ini.

Slogan Jokowi-Ma’ruf untuk Indonesia serta nomor urut peserta Pilpres 2019 dicantumkan dalam kolom koran tersebut.



SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: