logo
×

Jumat, 12 Oktober 2018

Gerindra Tanggapi Kritik Andi Arief, Ini Bakal Digoreng Kubu ‘Jokowi’

Gerindra Tanggapi Kritik Andi Arief, Ini Bakal Digoreng Kubu ‘Jokowi’

NUSANEWS - Partai Gerindra menanggapi kritik yang disampaikan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, yang menyebut Prabowo Subianto agak kurang serius menjadi presiden. Gerindra menyebut hal ini bakal ‘digoreng’ kubu sebelah.

“Saya sebenanya malas, karena akan digoreng oleh pihak sebelah. Tapi ini soal etika berkoalisi,” kata Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade, kepada wartawan, Jumat (12/10/2018).

Dia pun menyarankan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu untuk menggunakan etika berkoalisi dalam menyampaikan pendapat.

Sebagai bagian dari koalisi, menurut Andre, seharusnya Andi Arief menanyakan hal tersebut saat rapat. Bukan justru menuliskannya di Twitter.

Seperti diketahui, Andi Arief kembali mengkritik Prabowo Subianto pada Jumat (12/10) ini melalui akun Twitter-nya @AndiArief.

Andi Arief menyebut bahwa Prabowo agak kurang serius menjadi presiden.

Dan agak malas-malasan dalam keliling Indonesia secara aktif.

“Saran saya kalau ada pertanyaan, sebaiknya ditanyakan ke internal koalisi daripada diumbar. Karena akan digoreng kubu sebelah,” katanya.

Andre juga menyebut, hal ini menunjukan Andi Arief tidak mengetahui kondisi internal tim pemenangan Prabowo-Sandi.

Saat ini menurutnya Koalisi Indonesia Adil Makmur telah menyusun jadwal kampanye hingga April 2019. Kubu Prabowo-Sandi juga sudah menyusun mana prioritas dan yang tidak prioritas karena undangan banyak sekali.

Andre berharap sebagai senior Andi dapat menujukan etika berkoalisi. Sehingga tujuan bangunan koalisi untuk pemenangan dapat tercapai.

Pernyataan Andre Rosiade ini menanggapi Twit Andi Arief pada Jumat (12/10) ini.

Berikut tweet Andi Arief dalam akun Twitter-nya @AndiArief:

“ini otokritik: Kalau dilihat cara berkampanye sebetulnya yang mau jadi presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi presiden,”

“Pilpres itu memilih Presiden, jadi kalau Pak Prabowo tidak mau keliling Indonesia aktif, enggak ada rumus ajaib untuk menang. Kalau Pak Prabowo agak males-malesan, kan enggak mungkin partai pendukungnya super aktif,” kata Andi Arief dalam akun twitternya @AndiArief, Jum’at (12/10).

“Pasti banyak yang enggak suka soal kritik saya atas males-malesan Pak Prabowo keliling aktif ke Indonesia ini. Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?”

“Enam bulan adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Pak Prabowo harus keluar dari sarang Kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yag sulit ini,” demikian Andi Arief.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: