logo
×

Kamis, 18 Oktober 2018

Heboh! Video Pengakuan Bocah Nias 11 Tahun Asal Madina Tersesat di Banten

Heboh! Video Pengakuan Bocah Nias 11 Tahun Asal Madina Tersesat di Banten

NUSANEWS - Warga Kabupaten Mandailing Natal (Natal) dibuat heboh dengan munculnya unggahan video berdurasi 1 menit 56 detik tanggal Minggu 14 Oktober 2018 di Facebook.

Adalah pemilik akun Rikardo Loi II mengunggahan seorang anak perempuan yang mengaku berasal dari Kampung Sira, Desa Patiluban, Kecamatan Natal, Madina, terlihat kebingungan di kawasan Pasar Kemis, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Rikardo yang dari keterangan profil berasal dari Nias Selatan itu dalam unggahannya menyertakan caption mengajak agar memberitahu kepada keluarga yang mengenalnya.

“Berita dari Polsek Pasar Kemis bagi bapa ibu yang kenal orang kita Nias telah kabur dari rumah umur sekitar 11 tahun. Kalau kenal silahkan diberitahukan kepada orang tuanya. Sekarang berada di Polsek Pasar Kemis Tangerang. Harap dibantu infokan keluarganya bagi yang kenal,” tulis akun itu.

Disebutkan, anak perempuan yang mengaku bernama Yuliati Gulo itu diselamatkan Polsek Pasar Kemis. Terlihat seorang pria bertanya pada anak perempuan yang diperkirakan berusia 11 Tahun itu. Yuliati mengaku berasal dari Kampung Sira, Kecamatan Natal.

Gadis bermata sipit dan berkulit putih dengan barang bawaan berupa tas berisi pakaian dan tengah berada di salahsatu ruang seperti mushola itu mengaku dibawa dari kampung oleh teman dari bapaknya yang ia panggil sebagai Mama Jaya bermarga Siregar.

Yuli Gulo yang berambut panjang itu mengenakan kaos berwarna hitam berlengan panjang dan celana pendek dengan warna keabu-abuan mengaku telah berada di daerah itu selama sekitar satu bulan lebih. Dan kabur dari rumah Mama Jaya hingga akhirnya ke Polsek Pasar Kemis.

Namun saat ditanyakan pria dalam video itu alasan mengapa gadis belia ini kabur dari rumah semangnya, tampak raut wajah kebingungan darinya.

“Kabur ya, kabur dari Mama Jaya? Ngomong aja dek, ngomong,” timpal pria itu mendesak jawaban dari anak perempuan tersebut.

“Kabur dari Mama Jaya,” jawabnya kemudian.

Lalu adakah tindakan penyiksaan yang dialaminya sehingga mendorong anak itu melarikan diri dari Mama Jaya? Secara singkat, Yuliati mengaku, “Gak (Tidak),”.

Yuli juga mengaku, kedua orangtuanya yang bernama Ama Niada Gulo dan Yulia Telembanua yang saat ini tinggal di Kampung Sira, Kecamatan Natal tidak kunjung menghubunginya maupun mencarinya yang saat ini berada di Tangerang.

Menurut Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji SIK, setelah melakukan pengecekan melalui sambungan komunikasi ke kepala desa yang bersangkutan, membenarkan bahwa anak perempuan itu merupakan warga di sana.

Kampung Sira merupakan desa yang masuk ke Kecamatan Muara Batang Gadis dan masuk dalam wilayah Polsek Linggbayu.

Namun, kata AKBP Irsan, Kepala Desa tersebut belum bisa keluar dari kampungnya untuk memberi laporan, sebab banjir masih mengepung wilayah itu.

“Itu betul. Tapi warga Kecamatan Muara Batang Gadis, dia (Kades) juga tadi minta maaf tidak melaporkan karena masih keadaan banjir. Tapi untuk apakah anak itu diculik, dibawa atau apa. Kita belum bisa menerimanya dari keluarga, karena banjir itu,” ungkapnya berharap Polsek Pasar Kemis, Tangerang sementara menampung anak tersebut dan melaporkan keadaan terakhir.


SUMBER
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: